Liputan6.com, Jakarta - Penyanyi Lea Simanjuntak resmi merilis single terbarunya berjudul "Ruang di Hatimu" setelah tujuh tahun tidak mengeluarkan karya baru. Tak hanya lagu, Lea turut menghadirkan video klip dengan pendekatan produksi hibrida yang memadukan rekaman langsung dengan teknologi kecerdasan buatan atau AI generatif.
Ditemui dalam konferensi pers di Kawasan Jakarta Selatan, Kamis (17/9) Lea membuka cerita soal alasan di balik lamanya jeda berkarya. Sebagai musisi independen tanpa label, ia mengaku proses produksi karyanya selama ini sepenuhnya bergantung pada kemauan dan ritme kerja tim sendiri, sehingga sering kali tidak memiliki tenggat waktu yang pasti.
Advertisement
"Oke, saya coba jawab yang tentang saya dulu ya. Tujuh tahun kenapa nggak berkarya gitu. Sebenarnya jawabannya sama persis dengan podcast Agak Laen yang saya ikuti tahun 2023 itu. Kenapa belum berkarya lagi? Lea itu dari dulu memang tidak dengan label," ujar Lea Simanjuntak.
Proses Produksi yang Berjalan Cepat dan Lancar
Meski sempat lama tak merilis karya, Lea menyebut proses pembuatan "Ruang di Hatimu" bersama produser Satrio justru berjalan sangat cepat begitu keduanya menemukan kecocokan visi bermusik.
"Yang paling penting menurut gua sekarang adalah vibe. Kinerjanya gimana sama si orang yang gua ajak kerja sama ini. Kalau memang enak, pasti natural keluarnya," ungkap Lea.
Ia bahkan mengaku sempat merasa proses kolaborasi ini terasa dimudahkan hingga menganggapnya sebagai sebuah kelancaran yang istimewa. "Nah di situ aku menganggap, oke kayaknya Tuhan ngizinin nih, lancar banget semuanya!" tuturnya.
Simbolisme Alam di Balik Konsep Video Klip
Dari sisi visual, sutradara video klip "Ruang di Hatimu" menjelaskan bahwa pemilihan latar alam seperti hutan berkabut, padang gurun, hingga laut bukan tanpa alasan. Menurutnya, rangkaian latar tersebut menjadi simbol perjalanan batin sang penyanyi dalam menerima diri sendiri.
"Sebetulnya pemilihan visualnya itu adalah kenapa semuanya nature, dari hutan yang berkabut, terus ada laut, terus ada ruang berkaca, ada padang gurun. Ya itu alam bebas," jelas Alain Goenawan selaku sutradara video klip.
Ia menambahkan bahwa kehadiran ikan paus dalam salah satu adegan turut menyimbolkan proses penerimaan diri Lea yang tak lagi diliputi rasa takut menghadapi ketidakpastian hidup.
"Jadi pada saat Lea melihat ikan paus itu, dan gua tidak menggambarkan Lea ketakutan dan dia berenang bersampingan dengan si ikan paus itu, itu menandakan dia udah berdamai dengan dirinya," papar sang sutradara.
Video klip ini disutradarai bersama oleh Alain Goenawan dan Calengklik (Galih Pratama), dengan Lea Simanjuntak sebagai produser eksekutif dan Nur Satriatama sebagai produser. Penampilan, ekspresi, dan sinkronisasi bibir Lea dalam video klip ini bersumber dari rekaman asli, sementara elemen AI digunakan untuk mengembangkan tekstur serta latar visual tanpa memanipulasi wajah sang penyanyi.
Video klip "Ruang di Hatimu" telah dapat disaksikan melalui kanal YouTube resmi Lea Simanjuntak, menyusul perilisan lagunya di berbagai layanan musik digital sejak 9 September 2026.