Israel dan Maroko Sepakat Buka Kedutaan Besar

Kesepakatan Israel dan Maroko ini hadir dalam momentum enam tahun Abraham Accords.

oleh Khairisa FeridaDiterbitkan 18 September 2026, 07:00 WIB
Ilustrasi Israel (AP Photo/Tom Pringle)

Liputan6.com, Washington, DC - Israel dan Maroko sepakat meningkatkan hubungan diplomatik kedua negara, termasuk menaikkan status kantor perwakilan masing-masing menjadi kedutaan besar serta menunjuk duta besar.

Kesepakatan itu dicapai dalam pertemuan antara menteri luar negeri kedua negara di New York, Rabu (16/9/2026), yang difasilitasi Duta Besar Amerika Serikat (AS) untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Mike Waltz.

Menteri Luar Negeri Israel Gideon Saar dan Menteri Luar Negeri Maroko Nasser Bourita juga sepakat memperkuat hubungan ekonomi dan perdagangan. Keduanya menargetkan penyelesaian dua perjanjian pada akhir tahun ini, masing-masing mengenai perlindungan investasi dan pencegahan pajak berganda.

"Pembentukan hubungan diplomatik penuh, damai, dan bersahabat antara Maroko dan Israel merupakan kepentingan bersama kedua negara serta akan mendorong terciptanya perdamaian," kata Misi AS untuk PBB dalam pernyataan bersama atas nama ketiga negara seperti dilaporkan Al Jazeera.

Israel dan Maroko juga sepakat memperluas hubungan penerbangan, termasuk membuka kembali penerbangan langsung yang dioperasikan maskapai dari kedua negara. Keduanya memastikan pula akan menggelar kunjungan bilateral tingkat tinggi dalam beberapa bulan mendatang.

Pengumuman itu disampaikan sehari setelah peringatan enam tahun Abraham Accords, sebuah inisiatif yang diprakarsai Presiden Donald Trump pada masa jabatan pertamanya.

Uni Emirat Arab, Bahrain, Maroko, Sudan, dan Kazakhstan telah bergabung dalam kesepakatan tersebut, yang bertujuan menormalisasi hubungan antara Israel dan negara-negara Arab serta negara berpenduduk mayoritas muslim.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya