Liputan6.com, Beijing - Sebuah lamaran pernikahan yang dilakukan di sebuah konser di China utara mendapat banyak kecaman setelah pasangan tersebut menutupi pandangan penonton lain, menuai banyak keluhan.
Dikutip dari South China Morning Post, Jumat (18/9/2026), pada 12 September, penyanyi folk China Zhao Lei tampil di Stadion Nasional Beijing yang masyarakat panggil Bird’s Nest. Saat puluhan ribu penggemar ikut bernyanyi, seorang pria di bagian depan penonton berdiri untuk melamar pacarnya.
Advertisement
Video yang tersebar di internet memperlihatkan seorang wanita mengenakan gaun pernikahan lengkap dengan tudungnya. Karena terharu, ia berdiri, mengangkat tangannya, dan melambai ke arah panggung.
Namun, momen romantis ini memicu keluhan keras dari para penggemar yang duduk di belakang pasangan tersebut. Mereka mengungkapkan kekesalan karena pandangan mereka terhalang. Sebuah klip viral dengan jelas merekam banyak orang yang berteriak, "Duduk!"
Sebelum proses lamarannya, pasangan tersebut juga membagikan permen pernikahan dengan melempar mereka kepada penonton yang dekat dari mereka, membuat petugas keamanan turun tangan. Beberapa penonton berkata, "Sudah cukup, jangan melempar lagi!"
Orang yang merekam video tersebut, yang hanya menyebut namanya sebagai Xie, mengungkapkan bahwa pasangan tersebut sudah berdiri lebih dari lima menit, membuat orang-orang di belakangnya "sama sekali tidak bisa melihat panggung."
Setelah video tersebut viral, perdebatan tentang insiden tersebut mendapatkan lebih dari 110 juta tayangan di platform media sosial China. Banyak pengguna yang mengkritik aksi pasangan tersebut dengan menyebutkan bahwa para penonton konser membayar tiket untuk melihat penyanyi kesukaan mereka tampil, bukan melihat selebrasi personal orang lain.
"Para penonton sudah sangat sopan dengan hanya berteriak 'duduk.' Jika aku ada di sana, aku akan berteriak 'Bercerailah!'" tulis seorang pengguna. Ada juga komentar yang berkata bahwa lamaran di saat konser terasa canggung karena tidak ada satupun yang peduli tentang kebahagiaan mereka.
Tren Lamaran di Konser
Sebaliknya, ada yang mendesak agar penonton lebih mengerti situasi tersebut. Sebuah komentar yang banyak dibagikan berkata, "Lamaran layak mendapat ucapan selamat selama tidak mengganggu orang lain. Pasangan itu bisa saja bertukar cincin diam-diam atau menunggu hingga konser berakhir."
Menurut Jin Evening News, setelah insiden tersebut, pasangan itu meminta agar klip virat tersebut dihapus dan berkata bahwa mereka sudah menghubungi polisi.
Lamaran di tengah konser sudah lama populer di China dan banyak orang menyebutnya cara yang sangat romantis. Namun, insiden di konser Zhao menentang pemikiran ini, dengan banyak penggemar yang berkata romansa harusnya tidak mengganggu hak orang lain.
Di bulan September, di konser penyanyi Li Ronghaor di Chengdu, barat daya China, terjadi banyak lamaran pernikahan. Li mengungkapkan bahwa ia merasa terhormat lantaran bisa melihat momen-momen bahagia tersebut dan dengan jenaka berkata ia sudah menjadi "pembawa acara pernikahan."
Tren ini juga memicu munculnya pasar penjualan kembali khusus untuk kursi konser yang memiliki arti simbolis. Kursi dengan nomor yang berkaitan dengan frasa "I love you" atau "selamanya" sering dianggap sebagai tempat ideal untuk melamar.
Laporan menunjukkan bahwa dalam konser Jay Chou di Hong Kong, kursi berdampingan dengan nomor 13 dan 14 dijual kembali oleh calo tiket seharga 12.013 yuan (Rp 31,7 juta), sementara harga satu tiket aslinya adalah 1.380 dolar Hong Kong (Rp 3,1 juta).
Nomor 13 dan 14 apabila digabungkan bunyinya mirip dengan "satu kehidupan, satu masa hidup" dalam bahasa Mandarin berarti "seumur hidup."
Seorang calo tiket bahkan memberikan tips tentang cara menarik perhatian kamera panggung dan orang yang tampil, dengan menekankan bahwa semakin dramatis aksinya, semakin besar potensi untuk tampil di layar.
Namun di China, calo tiket itu ilegal, dengan kasus-kasus serius yang berpotensi terkena sanksi pidana.