Bikin Warga Rajin Membaca, Singapura Tawarkan Hadiah

Singapura meluncurkan gerakan ReadSG selama lima tahun untuk mendorong warganya membaca buku minimal 15 menit setiap hari.

oleh Nasywa FakhirahDiterbitkan 18 September 2026, 21:30 WIB
Ilustrasi Membaca (Unsplash)

Liputan6.com, Singapura - Sebuah gerakan nasional baru selama lima tahun ini mendorong warga Singapura untuk baca buku setidaknya 15 menit sebagai bagian dari upaya memperkuat budaya membaca di negara tersebut.

Mereka bisa melacak waktu baca harian mereka dan mendapatkan hadiah virtual sebagai bagian dari tantangan dalam gerakan ReadSG yang National Library Board (NLB) luncurkan pada 6 September.

Dikutip dari The Straits Times, Jumat (18/9/2026), tantangan ReadSG, yang berjalan di platform yang melibatkan warga, CrowdTask SG, memiliki fitur seperti penentuan target pribadi, rekor membaca berturut-turut, poin pengalaman, dan koin virtual yang bisa ditukar.

Program ini sedang melakukan uji coba dari tanggal 6 September hingga 31 Desember, dengan fitur dan pembaruan yang akan ditambah berdasarkan saran.

Inisiatif lain di bawah ReadSG adalah Get It Now, yang akan menyediakan judul populer untuk semua pengguna Libby di hari Jumat setiap bulannya hingga maret 2027 tanpa harus menunggu.

Peluncuran ReadSG adalah tanda dari mulainya Bulan Membaca Nasional, yang akan digelar setiap bulan September dengan berbagai kegiatan seputar membaca untuk semua kalangan di perpustakaan-perpustakaan di seluruh pulau.

Presiden Tharman Shanmugaratnam, penyandang dana ReadSG, memimpin upacara peluncuran program tersebut di Gedung Perpustakaan Nasional di Bugis.

Saat pembawa acara bertanya kepadanya alasan mengapa ia mau menjadi penyandang dana untuk ReadSG selama lima tahun ke depan, ia menjawab, "Jika ingin memberikan dampak pada lapisan masyarakat yang luas, mulai dari anak muda, paruh baya, hingga lansia, kita harus bersedia bersabar karena kebiasaan terbentuk secara pelan-pelan. Sebenarnya, lima tahun bukanlah waktu yang lama, tapi kami berharap dalam lima tahun ke depan kita akan melihat adanya perubahan dalam kebiasaan kita."

 

Mulai dari Langkah Kecil

Ilustrasi Buku (Unsplash)

NLB berkata bahwa tujuan ReadSG adalah untuk membantu warga Singapura menanam kebiasaan membaca yang berkelanjutan lewat langkah-langkah kecil dan dapat dicapai, yaitu mulai dari membaca selama 15 menit sehari.

Kepala Eksekutif, Melissa Tam, berkata bahwa gerakan ini hadir di saat masyarakat memiliki akses ke konten dan informasi yang sangat banyak, tapi mungkin hanya menghabiskan lebih sedikit waktu untuk mendalami apa yang mereka baca.

"Kita hidup di dunia yang memiliki konten, informasi dan stimulasi yang teramat melimpah," ujarnya.

"Kita bisa menelusuri ratusan judul berita, menonton video, atau mendapat ringkasan tentang hampir semua hal," lanjur dia.

Namun, ia menyatakan bahwa kebiasaan membaca teks panjang secara teratur bisa membantu mengembangkan keterampilan seperti berpikir kritis, imajinasi, empati, dan konsentrasi.

"Kita tahu kebiasaan itu terbentuk lewat tindakan-tindakan kecil yang konsisten. Jadi, kita mulai dari target yang sederhana, yaitu hanya membaca selama 15 menit sehari. Di dalam bus, sebelum tidur, atau saat makan siang," ungkapnya.

NLB menargetkan untuk menarik 150 ribu pengguna untuk mengikuti tantangan ini hingga September 2027. Peserta bisa mengumpulkan hadiah bonus, termasuk gantungan kunci perpustakaan edisi terbatas, dengan menghadiri acara-acara terpilih yang NLB dan mitranya selenggarakan antara bulan September dan November.

Pendiri dari The Saturday Book Club, Lee Jia Li berkata kepada The Straits Times bahwa 15 menit sehari adalah permulaan yang baik untuk membuat orang sadar bahwa membaca bisa dilakukan dengan mudah.

Ia menyoroti bagaimana negara lain mencoba untuk menaikkan tingkat budaya membaca mereka, seperti di Korea Selatan, di mana area di taman atau dekat sungai berubah menjadi tempat membaca di cuaca yang baik. Di Jepang, buku-buku biasa ditemukan di tempat seperti kafe atau kereta yang mudah dijangkau.

"Ada banyak sekali potensi untuk lebih berkembang lagi, dan saya harap pada akhirnya kita bisa membangun tradisi kita sendiri di Singapura," tutup dia.

 

Kampanye Penggalangan Dana

Ilustrasi Donasi (Unsplash)

Aktivitas membaca yang dilakukan dalam tantangan ini pada bulan September juga akan dihitung sebagai bagian dari Read for Good, kampanye membaca amal tahunan yang NLB gelar. Inisiatif yang sebelumnya bernama Read for Books ini menargetkan 7,5 juta menit membaca di tahun 2026 untuk menggalang dana hingga 150 ribu dolar Singapura (Rp 2,08 miliar) untuk komunitas kurang mampu.

Mulai 6 September hingga 7 Oktober, setiap mencatat membaca selama 15 menit setiap harinya akan berkontribusi pada penggalangan dana ini. Tam berkata bahwa NLB berharap kegiatan amal ini bisa memberikan manfaat untuk 10 ribu orang. Dana yang terkumpul akan digunakan untuk mendukung kidsREAD, MINDS, dan Preschool Market dengan menyediakan alat bantu baca dan belajar selain sumbangan buku dari para sponsor.

ReadSG didukung dengan lebih dari 40 mitra dan pihak pendukung, termasuk Early Childhood Development Agency (ECDA), Kementerian Pendidikan, Agency for Integrated Care, National Arts Council, People’s Association, Singapore Book Publishers Association, SPH Media, dan Mediacorp.

Kepala Eksekutif ECDS Ku Geok Boon berkata dengan membaca secara rutin sejak usia dini bisa membantu anak-anak mengembangkan konsentrasi, rasa ingin tahu, dan imajinasi.

"ECDA sangat senang menjadi mitra NLB dan ReadSG untuk menginspirasi lebih banyak keluarga menanamkan kebiasaan membaca dengan anak-anak mereka," tuturnya.

Gerakan ini juga akan menjangkau warga Singapura yang lebih berusia lanjut. Kepala Eksekutif Badan Perawatan Terpadu Tan Chee Wee, berkata pihaknya berharap bisa mendorong lebih banyak lansia yang menjadikan membaca sebagai kebiasaan sehari-hari lewat jaringan Pusat Penuaan Aktif yang ia miliki.

Direktur Utama SPH Media Chan Yeng Kit bilang bahwa liputan multibahasa perusahaan berita nasional tersebut dalam bahasa Inggris, Mandarin, Melayu, dan Tamil, memungkinkan perusahaan untuk menjangkau berbagai komunitas dari segala generasi. "Kami bangga bisa bekerja sama dengan NLB dan mitra lainnya dalam program ReadSG untuk mendorong pemikiran kritis, merayakan seni bercerita, dan menumbuhkan kecintaan seumur hidup tentang membaca di seluruh Singapura."

Inisiatif ReadSG lainnya meliputi “Readers Assemble: A Marvel Festival,” ‘Time of Your Life Celebration,” dan “A Book A Day.”

Tam berkata, "Ini adalah gerakan membaca nasional yang berlangsung selama beberapa tahun, dan kami memikirkannya dalam jangka panjang. Bukan hanya tentang buku pertama yang seseorang pilih, tapi juga tentang bagaimana kondisi lima tahun ke depan, saat membaca menjadi bagian yang alami dan berarti di kehidupan sehari-hari untuk lebih banyak dari kita."

 

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya