Liputan6.com, Jakarta - Tim SAR Gabungan kembali melanjutkan pencarian lima jurnalis dan tiga orang lainnya yang hilang kontak di Selat Sunda sejak 7 September 2026. Pada Kamis (17/9/2026), operasi memasuki hari ke-10 sekaligus menjadi hari terakhir setelah sebelumnya diperpanjang selama tiga hari.
Kasi Ops Basarnas Banten Rizki Dwiyanto mengatakan area pencarian hari ini dibagi menjadi 10 sektor dengan melibatkan 24 kapal. Armada tersebut terdiri atas delapan kapal TNI AL, delapan kapal Polairud, tujuh kapal Basarnas, dan satu kapal KPLP.
Advertisement
"Kemudian untuk pembagian dari sektor yang kita laksanakan pada hari ini adalah 10 sektor. Total keseluruhan alut yang kita gunakan adalah 24 unit kapal," kata Rizki kepada wartawan, Kamis (17/9/2026).
Rizki menjelaskan, sektor A memiliki luas area pencarian 1.156 NM². Pencarian di sektor ini menggunakan KN 213 Kantor SAR Bengkulu, dengan wilayah operasi meliputi perairan barat Sumatra, Bengkulu, hingga bagian barat Pulau Enggano.
Sektor B memiliki luas area pencarian 494 NM². Pencarian menggunakan RIB 02 Bengkulu dengan fokus menyisir wilayah pesisir dan perairan di sekitar Pulau Enggano.
"Kemudian untuk Sektor C, dengan luas area 3.380 nautical miles persegi, alut yang kita gunakan adalah KRI Luser dan KRI Dewa Kembar. Ya, untuk area pencarian itu memasuki Samudra Hindia di sebelah barat Blimbing hingga ke perairan selatan Pulau Enggano," ungkapnya.
Selanjutnya, sektor D memiliki luas area pencarian 637 NM². Pencarian menggunakan KRI Teluk Gilimanuk dan KN SAR Antasena, dengan wilayah operasi dari perairan sebelah barat laut Pulau Panaitan hingga pintu masuk Samudra Hindia.
Sektor E memiliki luas area pencarian 542 NM². KRI Kerambit dikerahkan untuk menyisir perairan sebelah selatan Teluk Semangka.
Sektor F memiliki luas area pencarian 484 NM². Pencarian menggunakan KN SAR Basudewa dengan wilayah operasi ke arah dalam Teluk Semangka dan sekitar Pulau Tabuan di wilayah Lampung.
Sektor G memiliki luas area pencarian 316 NM². Pencarian menggunakan RIB 02 Lampung, KRI Lepu, dan KAL Pohawang, dengan wilayah operasi di sekitar Gunung Anak Krakatau, Pulau Sebesi, dan Pulau Sebuku.
"Kemudian untuk Sektor H, dengan luas area 589 nautical miles persegi, alut yang kita gunakan adalah KN SAR Tetuka, KAL Anyer, KP Sanjaya, KP 2013, KP 1003, KN Jembio, melaksanakan pencarian di sebelah selatan Gunung Anak Krakatau hingga ke Pulau Panaitan," katanya.
Sementara itu, sektor I memiliki luas area pencarian 397 NM². Pencarian menggunakan RIB 02 Banten, RBB Pulau Peucang, KP URC RHN, dan KP 2016 dengan fokus menyisir pesisir barat Pantai Anyer dan Carita hingga perairan Sumur.
Terakhir, sektor J memiliki luas area pencarian 114 NM². Pencarian menggunakan KP 1012, KP 1010, dan KP 1007, dengan wilayah operasi di pesisir barat Anyer hingga perairan Merak, Banten.
Sebarkan Info ke Kapal Melintas
Selain melakukan pencarian di 10 sektor, Tim SAR Gabungan juga berkoordinasi dengan Vessel Traffic Service (VTS) untuk menyebarkan e-broadcast kepada kapal-kapal yang melintas di Selat Sunda.
"Selain kita melaksanakan pencarian di 10 sektor, kami pun melakukan e-broadcast ke kapal-kapal yang sedang melintas di perairan Selat Sunda. Dan kita senantiasa berkoordinasi dengan VTS dan stakeholder terkait terkait dengan penyebaran informasi pelaksanaan operasi SAR ini," kata Rizki.
Rizki mengatakan tidak ada titik khusus yang menjadi fokus pencarian pada hari ini. Seluruh sektor yang telah ditentukan akan dimaksimalkan untuk mencari delapan orang yang masih dalam pencarian.