Liputan6.com, Jakarta - Harga minyak solar di Amerika Serikat mencetak rekor tertinggi baru pada Rabu (16/9/2026) mencapai US$ 6,3 per galon berdasarkan data American Automobile Association.
Pekan sebelumnya, harga solar sempat menembus angka US$ 6 akibat lonjakan harga minyak mentah global.
Advertisement
Mengutip Anadolu, Rabu (16/9/2026), harga solar ini bervariasi di setiap negara bagian. California mencatatkan angka tertinggi, yakni mencapai US$ 8,2 dolar AS per galon.
Sementara itu, harga minyak mentah berjangka jenis Brent diperdagangkan di level US$ 107,7. Angka ini turun 1% dibandingkan hari sebelumnya, tetapi masih naik 6,4% secara mingguan pada pukul 07.30 GMT. Di saat yang sama, minyak mentah jenis WTI berada di posisi US$ 104.
Pekan lalu, Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa lonjakan harga energi saat ini berkaitan dengan upaya negara tersebut dalam mencegah Iran mengembangkan senjata nuklir.
Bensin dan Solar di Inggris Sentuh Harga Tertinggi
Harga bensin dan solar di Inggris mencapai level tertinggi sejak 2022 seiring konflik yang terjadi di Timur Tengah.
Dikutip dari BBC, Selasa (15/9/2026), organisasi otomotif RAC mengatakan harga rata-rata bensin kini mencapai 169,68 pence atau Rp 40.532 (asumsi kurs poundsterling terhadap rupiah 23.840) per liter, sementara harga solar menjadi 191,68 pence atau Rp 45.777 per liter, setara dengan ketika Rusia menginvasi Ukraina besar-besaran lebih dari empat tahun lalu.
Perang Amerika Serikat-Israel dan Iran telah mengganggu produksi serta transportasi minyak secara signifikan. Meski sempat turun mendekati US$70 atau Rp 1,2 juta (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah 17.680) per barel setelah kedua pihak sepakat mengakhiri perang pada Juni, harga bahan bakar kembali naik hingga menembus US$ 100 atau Rp 1,76 juta per barel seiring ketegangan yang muncul lagi.
Menanggapi harga minyak mentah di pasar grosir tersebut, Kepala Kebijakan RAC Simon Williams mengatakan, belum ada tanda-tanda harga bahan bakar di SPBU akan turun bagi para pengendara.
Minyak mentah sendiri merupakan bahan utama bensin dan solar, sehingga kenaikan harganya membuat para pemilik kendaraan membayar mahal untuk bahan bakar.
Para analis memperkirakan setiap kenaikan harga minyak sebesar US$ 10 atau Rp 176.765 per barel akan mendorong harga bahan bakar naik sekitar 7 pence atau Rp 1.668 per liter.