Malaysia Tahan Kargo Tujuan Israel, Anwar Ibrahim: Pengiriman Mencurigakan Akan Diperiksa

Malaysia tidak memiliki hubungan diplomatik maupun perdagangan dengan Israel.

oleh Khairisa FeridaDiterbitkan 16 September 2026, 17:00 WIB
Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim berbicara dalam sidang pleno KTT ASEAN ke-46 di Kuala Lumpur, Malaysia, 26 Mei 2025. (Dok. AFP)

Liputan6.com, Kuala Lumpur - Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim kemarin kembali menegaskan sikap tegas negaranya untuk tidak membiarkan Malaysia digunakan sebagai jalur transit bagi kargo yang dapat mendukung operasi militer Israel.

Dalam pernyataan yang diunggah melalui akun X miliknya, Anwar menegaskan Malaysia tetap berkomitmen mencegah wilayahnya digunakan untuk mendukung agresi militer maupun tindakan yang mengancam nyawa warga sipil.

"Posisi Malaysia jelas dan tegas. Kami tidak akan membiarkan negara kami digunakan sebagai jalur bagi pengiriman apa pun yang mendukung atau berkontribusi terhadap kemampuan militer Israel serta kekejamannya terhadap rakyat Palestina dan warga tak berdosa lainnya," kata Anwar.

"Setiap pengiriman yang mencurigakan akan diperiksa dan diselidiki sesuai dengan hukum Malaysia. Jika ditemukan pelanggaran, tindakan tegas akan diambil."

Pernyataan Anwar itu muncul menyusul laporan bahwa otoritas Malaysia menahan sejumlah kargo tujuan Israel di Pelabuhan Tanjung Pelepas. Laporan tersebut menyoroti meningkatnya pengawasan terhadap pengiriman menuju Israel.

Menurut sejumlah sumber yang mengetahui persoalan tersebut, tiga kontainer tujuan Pelabuhan Ashdod, di selatan Tel Aviv, ditahan di Pelabuhan Tanjung Pelepas pada 19 Agustus. Hingga pertengahan September, ketiga kontainer itu belum dilepas karena otoritas masih menyelidiki muatannya. Para sumber meminta identitas mereka dirahasiakan karena tidak berwenang berbicara kepada publik.

Penahanan tiga kontainer itu menyusul penahanan satu kontainer lain pada 7 Agustus. Kontainer yang berasal dari Filipina tersebut dicurigai oleh Badan Pengawasan dan Perlindungan Perbatasan Malaysia mengangkut senjata karena ditujukan kepada Elbit Systems, perusahaan teknologi pertahanan Israel.

Data pelacakan Hapag-Lloyd, perusahaan pelayaran yang mengangkut kontainer yang ditahan pada 7 Agustus, menunjukkan kontainer tersebut masih berada di Pelabuhan Tanjung Pelepas.

Sementara itu, tiga kontainer yang ditahan pada 19 Agustus diketahui berisi komponen sepeda listrik yang dikirim oleh produsen asal China, Chongqing Mobimax Technology, berdasarkan manifes pengiriman yang dilihat Bloomberg News.

Ketiga kontainer tersebut diangkut oleh perusahaan pelayaran A.P. Moller-Maersk. Data pelacakan perusahaan itu menunjukkan kontainer-kontainer tersebut juga masih berada di Pelabuhan Tanjung Pelepas hampir sebulan setelah ditahan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya