Tangis Eks Pejabat Bea Cukai Pecah saat Cerita Korbankan Diri Demi Atasan

Saksi sempat menangis saat menceritakan pertemuannya dengan Budiman Bayu Prasodjo di Gedung KPK.

oleh Dimas Ramadhan WicaksanaDiterbitkan 16 September 2026, 14:49 WIB
Tangis Eks Pejabat Bea Cukai Pecah saat Cerita Mengorbankan Diri demi Atasan

Liputan6.com, Jakarta - Mantan Kepala Seksi Intelijen Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Orlando Hamonangan memberikan kesaksian dalam persidangan kasus dugaan suap dan gratifikasi di lingkungan DJBC. Dia sempat menangis saat menceritakan pertemuannya dengan Budiman Bayu Prasodjo di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Ocoy, sapaan akrab Orlando, tak kuasa menahan tangis ketika menjawab pertanyaan jaksa penuntut umum (JPU) KPK mengenai pertemuannya dengan Budiman Bayu Prasodjo di kantor lembaga antirasuah.

Orlando mengawali ceritanya dengan menjelaskan bahwa dirinya berada di area merokok Gedung Merah Putih KPK. Saat itu, atasannya, Sisprian Subiaksono, yang merupakan mantan Kepala Subdirektorat Intelijen Penindakan dan Penyidikan Bea Cukai, juga berada di lokasi.

"Jadi saat itu waktu di tempat merokok itu, saya ketemu juga ama atasan saya Pak Sisprian, manggil saya kan 'Coy', (bilang) 'Coy jangan melebar kasus ini'," ungkap Orlando dengan suara pelan dalam persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (16/9/2026).

"Karena saya yang paling junior, 'ya sudah kamu yang menanggung semua', seperti itu," tambahnya.

Orlando kemudian melihat sejumlah rekannya turut dipanggil KPK untuk diperiksa. Ia pun memilih untuk pasang badan dan mengorbankan diri. Orlando juga berpesan kepada terdakwa Bayu untuk menjaga keluarganya.

"Dan pada saat itu saya melihat teman-teman saya dipanggil, ya sudahlah saya yang pasang badan, yang mengorbankan diri. Terus saya bilang ama Mas Bayu: 'Mas, titip anak istri saya.' Seperti itu Pak," terang Orlando.

Suasana ruang sidang seketika hening saat Orlando menangis. Jaksa kemudian memberikan tisu kepada Orlando yang terlihat masih menangis.

Hakim ketua juga menghentikan sementara persidangan untuk memeriksa dan memastikan kondisi Orlando.

"Bagaimana, Saksi? Masih bisa lanjut? Kalau tidak kita ini dulu tangguhkan dulu. Bagaimana? Siap lanjut?" tanya hakim.

"Siap, lanjut," jawab Orlando.

 

Tangis Eks Pejabat Bea Cukai Pecah saat Cerita Mengorbankan Diri demi Atasan

Alasan Gali Pertemuan Terdakwa

Setelah persidangan kembali dilanjutkan, jaksa menjelaskan alasan dirinya mempertanyakan momen pertemuan Orlando dengan terdakwa di KPK.

Menurut jaksa, hal itu perlu ditanyakan karena kini keduanya sama-sama menjadi tersangka dan ditahan di Rutan KPK.

"Sejak awal kemudian kami pun dengan Pak Bayu, saat ini beliau pun menyatakan hal yang sama sama-sama kooperatif dan ya tadi momen ini adalah momen yang paling pas buat Pak Orlando juga ya. Tadi kita pengen tahu sisi kooperatifnya Pak Orlando bahwa dengan sudah kooperatif Pak Bayu juga sudah kooperatif," terang jaksa.

"Janganlah pasang badan buat pihak lain. Itu pesan yang ingin kami sampaikan kepada majelis hakim di momen saat ini," lanjutnya.

Jaksa kemudian meminta konfirmasi kepada Orlando mengenai keberadaan dirinya dan Bayu di rutan yang sama setelah Bayu ditetapkan sebagai tersangka.

"Jadi ya di momen itu pun ya mohon maaf saling menguatkan lah intinya untuk kooperatif bekerja sama mengungkap apa adanya, begitukah?" tutur jaksa.

"Betul pak," jawab Orlando.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya