Liputan6.com, Jakarta - Dua insinyur Robinhood didakwa jaksa federal Amerika Serikat (AS) terkait dugaan penipuan komoditas dan penipuan melalui jaringan elektronik. Keduanya dituding memanfaatkan informasi rahasia mengenai rencana listing aset kripto Robinhood untuk melakukan perdagangan kontrak perpetual di Hyperliquid sebelum informasi tersebut diumumkan ke publik.
Dikutip dari CoinMarketCap, Kamis (17/9/2026), kedua terdakwa adalah Hefu Chai (36), warga Menlo Park, California, dan Huaisong “Jerry” Xiang (30), warga Jersey City, New Jersey. Keduanya disebut memperoleh lebih dari US$ 50.000 dari transaksi yang dilakukan sepanjang 2025 hingga 2026.
Advertisement
Chai bekerja sebagai technical lead yang bertanggung jawab atas proses listing aset digital baru. Sementara Xiang merupakan software engineer yang menangani proses serupa.
Keduanya berstatus sebagai “Coin Aware Individuals”, yang memberikan akses ke kanal Slack terbatas berisi informasi mengenai perencanaan, kesiapan, hingga waktu peluncuran aset kripto yang akan didukung Robinhood.
Kebijakan internal Robinhood melarang karyawan melakukan perdagangan sekuritas, aset kripto, kontrak berbasis peristiwa, maupun instrumen keuangan lainnya ketika memiliki informasi material nonpublik yang diperoleh dari pekerjaan mereka.
Karyawan yang masuk kategori Coin Aware juga dilarang melakukan perdagangan di sekitar pengumuman listing, termasuk melalui platform di luar Robinhood.
Jaksa menuding Chai menggunakan informasi rahasia mengenai jadwal listing untuk membuka posisi long kontrak perpetual di Hyperliquid pada sejumlah token, termasuk MEW, MOODENG, ASTER, XPL, HYPE, ENA, AERO, SYRUP, LDO, DOT, dan LIT.
Dalam sejumlah transaksi, ia menutup posisi setelah aset tersebut mulai dapat diperdagangkan di Robinhood, tetapi sebelum perusahaan mengumumkan listing secara resmi.
Mirip Kasus Sebelumnya
Kasus yang menjerat Chai dan Xiang memiliki kemiripan dengan perkara listing Coinbase sebelumnya. Dalam kasus tersebut, informasi rahasia mengenai aset kripto yang akan ditambahkan ke platform diduga digunakan untuk melakukan perdagangan sebelum pengumuman publik.
Xiang secara khusus dituding menerima pesan Slack pribadi mengenai rencana Robinhood melakukan listing POPCAT pada Maret 2025.
Setelah menerima informasi tersebut, Xiang diduga memindahkan sekitar US$ 34.000 dalam ethereum (ETH) ke dompet yang terhubung dengan Hyperliquid. Sehari kemudian, ia disebut membuka posisi long kontrak perpetual POPCAT.
Posisi tersebut kemudian ditutup setelah POPCAT tersedia untuk diperdagangkan di Robinhood, tetapi sebelum pengumuman listing disampaikan kepada publik.
Jaksa mengidentifikasi sedikitnya 10 kejadian tambahan antara Mei 2025 hingga Februari 2026 ketika dompet yang sama melakukan perdagangan kontrak perpetual sebelum Robinhood mengumumkan listing aset terkait.
Integritas Pasar
Penyelidikan dilakukan FBI, sedangkan penanganan perkara berada di tangan Securities and Commodities Fraud Task Force dari Kantor Kejaksaan AS untuk Southern District of New York. Jaksa federal juga menyampaikan apresiasi kepada Robinhood atas kerja sama dalam penyelidikan tersebut.
Kasus ini memperluas perhatian penegak hukum terhadap dugaan pelanggaran integritas pasar di perdagangan kontrak perpetual terdesentralisasi. Sebelumnya, aparat telah menangani kasus serupa yang melibatkan saham, listing kripto, dan pasar prediksi.
Chai dan Xiang masing-masing menghadapi satu dakwaan berdasarkan Commodity Exchange Act dengan ancaman maksimal 10 tahun penjara serta satu dakwaan wire fraud dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara.
Dakwaan tersebut masih berupa tuduhan. Keduanya dianggap tidak bersalah sampai terbukti bersalah di pengadilan.