Liputan6.com, Jakarta - Gemerlap Simbang Kulon Night Carnaval (SKNC) 2026 di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah menyisakan duka. Ahmad Faiz (40), salah satu peserta karnaval, meninggal dunia, Jumat (11/9/2026).
Faiz ameninggal dunia beberapa jam setelah mengikuti rangkaian acara pada Kamis malam. Faiz merupakan warga Simbang Kulon, Kecamatan Buaran, Kabupaten Pekalongan.
Advertisement
Dia menjadi bagian dari Tim SimOne dan tampil mengenakan kostum maskot berwarna hitam dengan detail tanduk serta ekor. Penampilan tersebut belakangan menjadi sorotan, setelah video aksi Tim SimOne beredar luas di media sosial.
Dalam video yang beredar luas di media sosial, terlihat Faiz berjalan di bagian depan rombongan dengan kostum tersebut. Di belakangnya, anggota rombongan menampilkan teatrikal yang oleh sebagian masyarakat dinilai menyerupai ritual satanik.
Namun, di tengah polemik tersebut, Tim SimOne juga harus menghadapi kabar duka atas meninggalnya Faiz. Perwakilan Tim SimOne, M Akhid, membenarkan kabar tersebut saat ditemui di Pemkab Pekalongan, seusai menemui Sekda Kabupaten Pekalongan.
Akhid menyebut bahwa Faiz meninggal karena kelelahan, setelah menjalani persiapan karnaval selama kurang lebih satu pekan.
"(Peserta meninggal) Itu memang iya, iya, karena kelelahan," kata Akhid singkat.
Ia membenarkan bahwa Faiz merupakan peserta yang mengenakan kostum maskot di bagian depan rombongan.
"Dia menggunakan kostum... berarti maskot yang ada di depan. Bisa dilihat di video-video itu sudah beredar di mana-mana," jelasnya.
Akhid mengatakan, persiapan pertunjukan dilakukan secara intensif selama sekitar satu minggu. Atas kejadian tersebut, Tim SimOne berencana melakukan evaluasi agar hal serupa tidak kembali terjadi.
"Persiapannya itu kurang lebih satu minggu. Nah, kita akan mengevaluasi lebih lanjut agar kejadian-kejadian seperti ini tidak terulang lagi," ujarnya.
Ia juga menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat atas polemik yang muncul dari penampilan Tim SimOne dalam SKNC 2026.
"Dan sekali lagi kami mohon maaf yang sebesar-besarnya atas apa yang telah kami lakukan hingga membuat keresahan di kalangan masyarakat," tambahnya.
Dua Hari Tidak Tidur
Keterangan keluarga memberikan gambaran lebih jelas mengenai kondisi Faiz sebelum meninggal dunia.
Muslih (53), kerabat Ahmad Faiz, mengatakan, Faiz sebenarnya dalam kondisi sehat sebelum mengikuti karnaval. Namun selama dua hari menjelang acara, waktu istirahatnya sangat minim.
Selain mempersiapkan pertunjukan karnaval, Faiz tetap menjalankan pekerjaannya sehari-hari. Kondisi itu membuatnya nyaris tidak memiliki waktu untuk tidur.
"Sebetulnya kecapekan. Sudah dua hari tidak tidur. Kadang tidur cuma satu atau dua jam," ucap Muslih.
Kurangnya waktu istirahat tersebut, kata Muslih, akhirnya berlanjut hingga hari pelaksanaan karnaval. Pada Kamis malam (10/9), Faiz mengikuti SKNC mulai sekitar pukul 20.00 WIB hingga tengah malam.
Muslih menyebut bahwa kondisi Faiz yang kelelahan sudah terlihat, ketika karnaval masih berlangsung. Saat itu, Muslih berada di samping Faiz. Langkah Faiz bahkan sempat terlihat gontai.
Usai karnaval sekitar pukul 00.00 WIB, Faiz masih bersama rombongan Tim SimOne. Saat itu, ia sempat mengeluhkan kondisi tubuhnya, terutama kedua kakinya yang terasa pegal.
Faiz kemudian membeli minuman dan makan. Selepas itu, ia beristirahat di teras sebuah pos warga hingga sekitar pukul 02.00 hingga 03.00 WIB. Bahkan ia sempat dibangunkan, sebelum kemudian berpindah dan tidur di rumah.
Beberapa jam kemudian, sekitar pukul 04.00 WIB, Faiz dinyatakan meninggal dunia.
Muslih menegaskan bahwa kabar mengenai penyebab kematian Faiz perlu disampaikan secara tepat. Sebab sebelumnya, kondisi Faiz sudah sangat kelelahan karena minimnya waktu tidur selama mempersiapkan karnaval.
"Kalau ada yang bicara tidak pas, itu sudah tidak pas. Memang (Faiz) kecapekan. Bayangkan dua hari tidur paling satu atau dua jam untuk menyiapkan (karnaval)," ungkap Muslih.
Selain faktor kurang tidur, kondisi fisik Faiz juga dipengaruhi pola makan yang tidak maksimal menjelang pelaksanaan karnaval.
"Pada Kamis siang sebelum acara, Faiz hanya makan dalam jumlah sedikit. Meski tubuhnya membutuhkan istirahat dan asupan makanan yang cukup, semangat mempersiapkan karnaval membuatnya tetap memaksakan diri mengikuti kegiatan, " terangnya.
Korban selama ini setiap harinya bekerja di bidang konveksi. Di lingkungan kampunya, Faiz juga dikenal aktif dalam kegiatan di musala kampung setempat.
Kepergian Faiz meninggalkan seorang istri dan tiga anak yang masih kecil. Di balik sorotan terhadap penampilan Tim SimOne dalam SKNC 2026, keluarga kini harus kehilangan seorang suami dan ayah.
Sementara bagi Tim SimOne, peristiwa tersebut menjadi duka mendalam. Selain itu, menjadi bahan evaluasi atas persiapan dan pelaksanaan karnaval agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.