Alasan Basarnas Belum Selam Cari 5 Jurnalis Hilang Kontak

Saat ini, pencarian jurnalis dan awak kapal masih menggunakan kapal.

oleh Rifqy Alief AbiyyaDiterbitkan 15 September 2026, 20:33 WIB
_Basarnas Ungkap Alasan Belum Lakukan Penyelaman Cari Lima Jurnalis Hilang Kontak

Liputan6.com, Jakarta - Kepala Basarnas Banten Al Amrad mengungkapkan alasan belum dilakukan penyelaman untuk mencari lima jurnalis dan tiga orang lainnya yang hilang kontak di perairan Selat Sunda, Senin, 7 September 2026.

Menurutnya, penyelaman belum dapat dilakukan karena hingga kini belum ditemukan titik terang, termasuk objek yang diduga berkaitan dengan keberadaan korban.

"Penyelaman itu dilakukan apabila target atau objek kita sudah bisa kita tentukan," kata Al Amrad kepada wartawan di Posko SAR Nasional, Carita, Pandeglang, Selasa (15/9/2026).

Dia menjelaskan, proses penyelaman juga harus mempertimbangkan faktor keselamatan Tim SAR, terlebih jika area pencarian masih terlalu luas. Karena itu, Al Amrad mengatakan pihaknya saat ini masih berfokus memastikan keberadaan target atau objek yang berkaitan dengan korban.

Al Amrad menegaskan, Tim SAR Gabungan akan terus berupaya secara maksimal untuk menemukan delapan orang yang hingga kini masih hilang.

"Targetnya dulu yang kita upayakan. Tadi kan dengan informasi di yang beredar itu, 'Oh, targetnya di sini'. Ya kami berupaya semaksimal mungkin," tegasnya.

Area Pencarian Dipersempit

_Basarnas Ungkap Alasan Belum Lakukan Penyelaman Cari Lima Jurnalis Hilang Kontak

Tim SAR gabungan mempersempit area pencarian menjadi sekitar 3.652 NM², dari sebelumnya sekitar 6.649 NM².

Komandan Lanal Banten Letkol (P) Wawan Subagyo Mardani mengatakan penyempitan area pencarian dilakukan berdasarkan hasil pemodelan SARMAP Basarnas yang dikombinasikan dengan data Pusat Hidro-Oseanografi Angkatan Laut (Pushidrosal).

Pemodelan tersebut memperhitungkan arah dan pergerakan arus laut untuk memperkirakan kemungkinan lokasi korban yang diduga hanyut atau terbawa arus.

"Sehingga probabilitas atau perhitungan data tersebut menunjukkan arah atau tren daripada pergerakan arus, termasuk juga dari kemungkinan-kemungkinan arah yang dituju apabila rekan-rekan yang sampai sekarang belum ditemukan itu diperkirakan hanyut atau terbawa oleh arus sesuai dengan arah yang ada," kata Wawan kepada awak media di Posko SAR Nasional Carita, Pandeglang, Selasa (15/9/2026).

Wawan menjelaskan arah dan kecepatan angin dapat berubah setiap hari, bahkan setiap jam. Karena itu, hasil pemodelan tersebut menjadi salah satu acuan Tim SAR dalam menentukan sektor dan area pencarian.

"Jadi itu sudah dihitung kan, sudah dimodelkan, sehingga itu yang jadi acuan kita dalam melaksanakan ataupun membagi sektor dan area pencariannya," tuturnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya