Hoaks Bantuan Catut Nama Menteri dan Pakai AI Beredar di Medsos, Cek Faktanya

Salah satu hoaks yang beredar berupa video Mendikdasmen Abdul Mu'ti mengumumkan bantuan dengan menghubungi nomor WhatsApp.

oleh Mevi LinawatiDiterbitkan 15 September 2026, 18:01 WIB
Hoaks video Mendikdasmen Abdul Mu'ti mengumumkan bantuan dengan menghubungi lewat WhatsApp. (Foto: tangkapan layar Facebook)

Liputan6.com, Jakarta - Hoaks seputar pemberian bantuan dan mengatasnamakan menteri marak beredar di media sosial (medsos). Hoaks tersebut kerap menggunakan teknologi kecerdasan buatan alias AI.

Salah satunya, hoaks berupa video Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti mengumumkan bantuan dengan menghubungi lewat nomor WhatsApp. 

Faktanya, video diambil dari kegiatan Abdul Mu'ti yang telah lama berlalu.  

Lantas apa saja hoaks seputar bantuan yang mencatut nama menteri dan pakai AI? Simak daftar dan faktanya berikut ini: 

1. Cek Fakta: Hoaks Video Menteri P2MI Umumkan Dana Bantuan untuk Pekerja Migran

Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim video Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin menyampaikan dana bantuan untuk pekerja migran. Informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 7 September 2026.

Dalam video unggahan yang beredar, tampak tayangan berita dari Kompas TV yakni berupa pernyataan dari Menteri P2PMI Mukhtarudin mengenai bantuan dari BP2PMI.

Berikut isi transkripnya:

"Pemirsa, bantuan sosial BP2PMI untuk TKI dan TKW telah diresmikan. Berikut penjelasan ketua umum BP2PMI.

Salam sejahtera bagi kita semua pada hari ini tanggal 23 Agustus 2026 saya ingin menyampaikan kepada para pekerja migran bahwa hari ini telah resmi disalurkan dana bantuan pemulangan pekerja migran senilai Rp 150 juta. Bagi para pekerja migran yang ingin kembali ke Tanah Air segera daftarkan diri anda dari sekarang"

Unggahan disertai keterangan sebagai berikut:

"Dengan ini Indonesia ingin memberikan dana bantuan ke 15 TKI sebesar 300 juta sebagai pejuang devisa negara Indonesia"

Terdapat link kirim pesan dalam unggahan yang beredar tersebut.

Lalu benarkah klaim video Menteri P2MI Mukhtarudin menyampaikan dana bantuan bagi pekerja migran? Simak hasil penelusurannya berikut ini...

2. Cek Fakta: Hoaks Video Purbaya Umumkan Cara Mendapatkan Bantuan Dana Hibah

Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim video Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengumumkan cara mendapatkan bantuan dana hibah. Informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 2 September 2026.

Dalam unggahannya, tampak video Purbaya tengah menyampaikan pengumuman. Berikut isi transkripnya:

"Khusus untuk warga Indonesia tanpa kecuali, ini adalah kesempatan bagi anda untuk mendapatkan bantuan dana hibah siapkan KTP dan rekening wajib penerima untuk satu orang hingga usia 70 tahun"

Unggahan disertai tulisan sebagai berikut:

"Viral Hari Ini Bantuan Dana Hibah 2 September 2026"

Unggahan juga menyertakan nomor WhatsApp yang bisa dihubungi agar mendapatkan bantuan dana hibah.

Lalu benarkah klaim video Menkeu Purbaya mengumumkan cara mendapatkan bantuan dana? Simak hasil penelusurannya berikut ini...

3. Cek Fakta: Hoaks Video Mendikdasmen Abdul Mu'ti Umumkan Bantuan Via WhatsApp

Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim video Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti mengumumkan bantuan dengan menghubungi lewat nomor WhatsApp. Informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 20 Agustus 2026.

Berikut isi klaim video:

"Pengumuman untuk masyarakat Indonesia mohon segera daftarkan diri anda sebutkan usia dan asal daerah besok jumat tanggal 21 Agustus kami akan daftarkan berkas anda, insyaallah"

Unggahan disertai keterangan sebagai berikut:

"Hubungi WhatsApp Resmi Untuk Mengajukan Bantuan ☎0857-8767-4261 #mentripendidikan #viral #updetefbpro #indonesia #kayabersama"

Lalu benarkah klaim video Mendikdasmen Abdul Mu'ti mengumumkan bantuan dengan menghubungi nomor WhatsApp? Simak hasil penelusurannya berikut ini...

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi partner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya