Lima Menit Mencekam Sebelum KM Virgo Karam

Akmal mengatakan tidak merasakan tanda-tanda adanya masalah sebelum kapal mulai miring.

oleh Raynaldo Ghiffari LubabahDiterbitkan 15 September 2026, 16:31 WIB
Penampakan KM Virgo Transport 8 yang tenggelam di perairan Laut Jawa. (Liputan6.com/ Dok Liputan6 SCTV)

Liputan6.com, Jakarta - ABK KM Virgo Transport 8, Akmal, mengungkapkan kapal tiba-tiba miring sebelum kemudian tenggelam dalam waktu kurang dari lima menit saat mengalami kecelakaan di perairan Masalembo, Laut Jawa, Minggu (13/9/2026).

Akmal mengatakan tidak merasakan tanda-tanda adanya masalah sebelum kapal mulai miring. Saat itu, dia sedang tidur dan baru menyadari kondisi kapal setelah terbangun.

“Saya lagi tidur, pas bangun kapal sudah miring. Saya lari ke kamar, ambil pelampung, terus lompat ke laut,” kata Akmal setelah dievakuasi dalam operasi SAR hari ketiga dan tiba di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Selasa (15/9/2026).

Akmal merupakan satu dari 22 korban selamat yang dievakuasi menggunakan Rigid Bouyancy Boat (RBB) Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Banjarmasin.

Sebelum dipindahkan ke RBB, dia dan korban lainnya sempat beberapa kali berpindah kapal setelah diselamatkan pada Minggu sekitar pukul 10.00 WITA.

Menurut Akmal, kondisi kapal masih normal sebelum dirinya tertidur. Karena itu, dia tidak menyangka kapal akan tiba-tiba miring setelah dirinya terbangun.

“Pas tenggelam enggak lama, enggak sampai lima menit kapal tenggelam,” ungkapnya.

Akmal mengatakan dirinya baru mendengar alarm setelah berada cukup jauh dari kapal untuk menyelamatkan diri.

Saat itu, kapal sudah dalam kondisi terbalik sehingga dia memilih terus menjauh untuk menghindari situasi yang membahayakan.

“Saat kapal mulai terbalik saya melihat banyak orang melompat ke laut untuk menyelamatkan diri, orang-orang itu masih hidup saat sudah di air,” katanya.

Ketika kejadian berlangsung, Akmal berada di bagian belakang kapal dan posisinya cukup jauh dari ruang nakhoda. Dia pun tidak mengetahui apa yang terjadi di bagian depan kapal sebelum kemiringan terjadi.

Akmal juga mengaku tidak mengetahui informasi mengenai perkiraan gelombang setinggi dua hingga tiga meter sebelum kapal berangkat. Sebagai ABK, dia hanya mengikuti perintah untuk berlayar sesuai jadwal.

Pria yang telah bekerja sekitar tiga bulan di KM Virgo Transport 8 itu mengatakan belum pernah mengalami kejadian serupa selama bekerja di kapal tersebut.

 

114 Korban Ditemukan

Hingga Selasa (15/9) pukul 09.00 WITA, Basarnas mengonfirmasi 114 korban telah ditemukan. Rinciannya, 108 orang selamat dan enam orang meninggal dunia.

Dengan demikian, masih terdapat 129 orang yang belum ditemukan dari total 243 orang yang berada di KM Virgo Transport 8.

Dari 114 korban yang telah ditemukan, sebanyak 110 orang telah tiba di Banjarmasin, terdiri atas 108 korban selamat dan dua korban meninggal dunia.

Sementara itu, empat korban meninggal lainnya masih dalam proses evakuasi menggunakan armada udara menuju Lanud Syamsudin Noor untuk kemudian dibawa ke rumah sakit.

KM Virgo Transport 8 membawa 243 orang dan dilaporkan hilang kontak di perairan Masalembo, Laut Jawa, pada Minggu (13/9) sekitar pukul 02.00 WITA saat berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin. Kapal tersebut berangkat dari Surabaya pada Sabtu (12/9).

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya