Betrand Peto Diduga Lakukan Pelecehan Seksual, Sebut Ruangan Ramai

Pengacara Betrand Peto membantah klien mereka melakukan pelecehan seksual, salah satu dalihnya adalah ruangan yang ramai. Baca selengkapnya di sini yuk...

oleh Wulan Noviarina AnggrainiDiterbitkan 14 September 2026, 15:37 WIB
Betrand Peto di antara kedua pengacara © KapanLagi.com/Fikri Alfi Rosyadi

Liputan6.com, Jakarta - Tim kuasa hukum Betrand Peto telah meninjau langsung kelab malam di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, untuk mengecek lokasi yang disebut berkaitan dengan dugaan pelecehan seksual. Dari penelusuran tersebut, kuasa hukum menyebut tidak menemukan CCTV di dalam ruangan tempat kejadian.

"Kita kemarin sudah ke sana dan di dalam ruangan tidak ada CCTV ternyata. Tidak ada CCTV, adanya CCTV di tangga. That's why nanti mungkin tangga juga mungkin polisi yang meminta ya agar buktinya itu bisa diperoleh secara sah," ujar kuasa hukum Betrand Peto, Koko Joseph Irianto saat ditemui di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Senin (14/09/2026).

 


Tidak Ada CCTV

Betrand Peto dirangkul pengacara © KapanLagi.com/Fikri Alfi Rosyadi

Ketiadaan CCTV di dalam ruangan membuat keterangan para saksi menjadi penting dalam proses penyelidikan. Kuasa hukum juga menyebut area depan toilet merupakan tempat terbuka yang ramai dilewati pengunjung.

"Lalu untuk di dalam ruangan kita akan kuatkan dengan saksi, karena di dalam ruangan itu Onyo tidak pernah berduaan dengan perempuan siapa pun. Itu perlu digarisbawahi. Kalau misalkan Onyo ditinggal beberapa menit dengan pelapor, mungkin oke diduga," katanya.

"Tapi sekarang enggak mungkin diduga di depan toilet. Di depan toilet itu kemarin kita udah lihat tempatnya, itu tempatnya besar dan banyak orang. Enggak mungkinlah Onyo melakukan hal tidak senonoh apalagi di depan orang banyak, begitu," sambungnya.


Pengacara Cek Saksi di Lokasi

Betrand Peto pakai kaos putih © KapanLagi.com/Fikri Alfi Rosyadi

Tim penasihat hukum juga memastikan telah melakukan pengecekan terhadap keterangan orang-orang yang berada di sekitar lokasi. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan pembelaan tidak hanya berdasarkan cerita dari Betrand.

"Tapi yang dilakukan oleh tim kami sudah banyak ya, termasuk adalah survei ke lokasi, menanyakan saksi, dan sebagainya. Dan kita enggak mau terima dengan mentah gitu pernyataan Onyo saja," katanya.

"Kita mau lihat dari teman-temannya, orang yang di sekitarnya pada saat itu. Dan yang kita dapatkan, tidak ada satu pun orang yang bilang bahwa Onyo melakukan itu. Gitu sih," tambahnya.

Tuduhan mengenai aksi penarikan tangan juga kembali dibantah oleh pihak kuasa hukum. Koko menegaskan Betrand tidak pernah melakukan kekerasan ataupun pelecehan seksual terhadap pelapor.

"Enggak ada. Makanya tarik tangan itu tadi kita bantah. Onyo enggak pernah narik tangan apalagi melakukan kekerasan seksual," pungkasnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya