Liputan6.com, Jakarta - Kondisi Mera Aprijal (39), korban pembacokan brutal yang videonya viral di Bandar Lampung, memprihatinkan. Pria yang sehari-hari bekerja sebagai Pak Oogah itu mengalami luka berat setelah dikeroyok sekelompok orang bersenjata tajam.
Kapolsek Labuhan Ratu AKP Ono Karyono mengatakan, akibat serangan brutal tersebut, jari kelingking tangan kiri korban putus. Selain itu korban juga mengalami patah pada kaki kiri serta sejumlah luka bacok di bagian kepala dan punggung.
Advertisement
"Korban saat ini masih menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Imanuel Bandar Lampung," kata Ono, Senin (14/9/2026).
Peristiwa mengerikan itu terjadi di Jalan Soekarno Hatta atau Bypass, tepatnya di kawasan perputaran Pool Bus Rosalia, Kelurahan Sepang Jaya, Kecamatan Labuhan Ratu, Bandar Lampung.
Korban yang merupakan warga Banjar Agung Udik, Kecamatan Pugung, Kabupaten Tanggamus itu diduga menjadi sasaran pengeroyokan sekelompok pria setelah terlibat cekcok.
Berdasarkan hasil penyelidikan kepolisian, awalnya dua pria mendatangi korban yang tengah bekerja membantu pengendara memutar kendaraan.
Kedua pria tersebut diduga meminta uang kepada korban. Namun, korban menolak memberikan uang sehingga terjadi adu mulut yang berujung perkelahian. Situasi kemudian berubah brutal.
"Tak lama setelah perkelahian terjadi, sekitar delapan pria lainnya datang ke lokasi dengan membawa senjata tajam. Mereka kemudian secara bersama-sama menyerang dan mengeroyok korban," jelasnya.
Usai melakukan aksinya, para pelaku melarikan diri dan meninggalkan korban dalam kondisi penuh luka.
Akibat serangan tersebut, Mera mengalami luka bacok di bagian atas kepala, punggung sebelah kiri hingga punggung bagian bawah.
"Tak hanya itu, jari kelingking tangan kiri korban putus dan kaki kirinya patah," sebutnya.
Polisi juga telah mengamankan rekaman kamera pengawas (CCTV) dari lokasi kejadian serta sebuah batu yang diduga digunakan dalam aksi pengeroyokan.
Saat ini polisi masih terus melakukan pengembangan untuk memburu para pelaku lain dan mengungkap peran masing-masing.
Satu Pelaku Ditangap
Satu dari enam terduga pelaku telah diringkus, sementara lima lainnya masih diburu. Ono menjelaskan, pengungkapan kasus tersebut dilakukan tim gabungan Resmob atau URC Polresta Bandar Lampung, Unit Kamneg Sat Intelkam Polresta Bandar Lampung dan Polsek Labuhan Ratu.
Dalam operasi yang berlangsung sejak Minggu hingga Senin, 13-14 September 2026, tim gabungan berhasil mengamankan seorang pria bernama Rino Putra Berlian.
Terduga pelaku ditangkap di rumahnya di kawasan Jalan Sultan Agung, Gang Tirtayasa, Kelurahan Sepang Jaya, Kecamatan Labuhan Ratu, Bandar Lampung.
"Tim gabungan masih terus melakukan pengembangan dan penyelidikan terhadap lima orang lainnya," kata Ono.
Lima orang yang masih dalam pengejaran masing-masing berinisial Heri, Tio, Aldo, Riski dan Bangdi. Polisi menduga Bangdi merupakan salah satu pelaku utama dalam aksi brutal tersebut.
Dalam pengungkapan perkara itu, polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti. Di antaranya rekaman kamera pengawas (CCTV) di lokasi kejadian yang diduga memperlihatkan keterlibatan para pelaku serta sebuah batu yang digunakan dalam aksi pengeroyokan.
Polisi juga mendalami latar belakang para pelaku. Salah seorang terduga pelaku disebut diduga pernah terlibat dalam sejumlah tindak pidana.
"Pelaku diduga merupakan residivis kasus pencurian dengan pemberatan dan penganiayaan berat yang pernah ditahan di Mapolsek Labuhan Ratu," ungkapnya.