Sekolah di Makassar PJJ karena BBM Langka, Mendagri Buka Suara

Tito berpandangan PJJ semestinya diterapkan dalam kondisi darurat, seperti ketika terjadi bencana.

oleh Lizsa EgehamDiterbitkan 14 September 2026, 14:58 WIB
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) bersama pemerintah daerah (Pemda) terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (8/9/2026) (Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian meminta pemerintah kota (Pemkot) Makassar menyelesaikan persoalan kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang berdampak pada kegiatan belajar di sekolah.

Hal itu disampaikan Tito merespons kebijakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang diterapkan sejumlah sekolah di Makassar akibat keterbatasan BBM.

"Kalau memang ada, harusnya sih selesaikan BBM-nya ditambah dulu," kata Tito di Kantor Kemendagri, Jakarta, Senin (14/9/2026).

Tito berpandangan PJJ semestinya diterapkan dalam kondisi darurat, seperti ketika terjadi bencana. Menurut dia, pembelajaran tatap muka tetap lebih efektif karena memungkinkan siswa dan guru berinteraksi secara langsung.

"Bagaimanapun juga menurut saya, apapun juga menurut saya, PJJ itu hanya dilakukan dalam keadaan emergency karena dia akan lebih bagus kalau dilakukan person-to-person contact, ya. Belajar langsung fisik, visual, bertemu fisik itu lebih, interaksinya lebih baik, ya," jelasnya.

Tito mencontohkan penerapan PJJ di sejumlah wilayah Jabodetabek, Lampung, dan Banten ketika terjadi erupsi Gunung Anak Krakatau beberapa hari lalu.

Kebijakan tersebut diberlakukan karena paparan abu vulkanik dapat membahayakan kesehatan, termasuk memicu gangguan pernapasan dan mengganggu kondisi mata.

"Jadi kalau PJJ itu diperbolehkan dalam keadaan emergency. Seperti misalnya erupsi Gunung Krakatau kemarin. Kita memang perbolehkan beberapa tempat yang itu abunya banyak, kalau masyarakat, anak-anak keluar akan kena ISPA dan lain-lain, berbahaya bagi mata, maka boleh melakukan pelajaran jarak jauh, online," tutur Tito.

 

Langkah Penyelesaian

Selain kondisi erupsi, PJJ juga dapat diterapkan ketika terjadi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menimbulkan risiko terhadap kesehatan maupun keselamatan masyarakat.

"Parameternya adalah kesehatan dan keamanan beraktivitas. Kalau aman, ya fisik. Kalau nggak aman, penyakit, kesehatan, dan karena itu aktivitasnya nanti akan apa, eh di jalan gelap, jarak pandang sulit misalnya ya, boleh lakukan belajar jarak jauh," jelasnya.

Namun, Tito menilai kondisi kelangkaan BBM di Sulawesi Selatan seharusnya ditangani dengan menyelesaikan persoalan pasokan BBM terlebih dahulu.

"Tapi kalau yang tadi di Sulawesi Selatan karena urusan, masalahnya BBM, wah harusnya, ini yang selesaikan BBM-nya dulu," sambung Tito.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya