Liputan6.com, Jakarta - MacBook terbaru dibekali solusi pengisi daya magnetis MagSafe dan USB-C. Meski keduanya tidak bisa digunakan secara bersamaan, masing-masing menawarkan keunggulan berbeda yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan.
Sebagai catatan, sebagaimana dikutip dari Engadget, Selasa (15/9/2026), pengisi daya MagSafe pada MacBook dan iPhone berbeda.
Advertisement
Fitur MagSafe di iPhone berbasis standar pengisian nirkabel Qi, sedangkan di MacBook menggunakan konektor khusus berukuran jauh lebih kecil.
Perbedaan MagSafe dan USB-C
Terdapat kelebihan juga kekurangan antara keduanya untuk mengisi daya MacBook. Kelebihan utama MagSafe ada pada keamanan, jika tersandung kabel, tidak membawa MacBook ikut terjun ke lantai.
Hal ini karena menggunakan magnet kuat yang mudah terlepas secara otomatis jika tersenggol atau tertarik tiba-tiba.
Sementara itu, USB-C merupakan konektor standar dan tertancap kuat pada MacBook. Jika terjadi kecelakaan serupa, risiko MacBook ikut tertarik dan terbanting ke lantai jauh lebih besar.
Ada pula perbedaan dari sisi daya pengisian. Kabel MagSafe dirancang untuk pengisian daya lebih cepat hingga 140W, sedangkan USB-C standar hanya mencapai 60W. Namun, memang terdapat kabel USB-C yang mampu mengisi hingga 100W atau 240W.
Mana yang Terbaik?
MagSafe menjadi pilihan terbaik dalam banyak situasi, dari keamanan, pengisian daya cepat, serta menjaga port USB-C tetap kosong untuk aksesori lain.
Penggunaannya juga lebih mudah tanpa perlu memikirkan spesifikasi kabel.
Namun, USB-C turut menawarkan sejumlah kemudahan. Hanya dengan menggunakan satu kabel, bisa untuk segala kebutuhan terutama saat perjalanan jauh, sehingga lebih praktis.
Selain itu, USB-C dapat digunakan pada Mac, iPhone, iPad, dan perangkat lain yang kompatibel. Sementara MagSafe hanya bisa digunakan untuk Mac.
Pada akhirnya, pilihan tergantung kebutuhan pengguna. Jika memiliki keduanya akan lebih baik, karena memungkinkan berganti-ganti penggunaan sesuai situasi.