Polisi Tegaskan Video Pembakaran Dapur SPPG di NTB Hoaks

Polda NTB melakukan pemeriksaan dan verifikasi di sejumlah wilayah untuk memastikan kebenaran informasi.

oleh Yacob BillioctaDiterbitkan 14 September 2026, 13:25 WIB
Polisi bantah video pembakaran dapur SPPG di NTB. (Polri)

Liputan6.com, Jakarta - Beredar video yang diklaim aksi warga membakar dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Berdasarkan hasil pendalaman polisi, klaim tersebut dipastikan hoaks.

Video tersebut beredar di hari Minggu (13/9/2026) di sejumlah platform media sosial. Postingan video tersebut disertai klaim narasi mengenai dugaan aksi warga yang kecewa terhadap pelayanan dapur SPPG pasca insiden keracunan siswa sekolah. Namun, dalam video tidak terdapat informasi spesifik yang memastikan lokasi persis kejadian tersebut.

Menindaklanjuti informasi tersebut, Polda NTB bersama jajaran melakukan pemeriksaan dan verifikasi di sejumlah wilayah untuk memastikan kebenaran informasi serta lokasi peristiwa yang ditampilkan dalam video.

Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Muhammad Kholid menegaskan hasil pengecekan tidak menemukan adanya peristiwa pembakaran dapur SPPG, sebagaimana yang diklaim dalam video tersebut.

“Setelah dilakukan pemeriksaan dan verifikasi di sejumlah wilayah, tidak ditemukan adanya peristiwa sebagaimana yang dinarasikan dalam video tersebut,” ujar Kholid, Senin (14/9/2026). Dikutip dari website Polri.

Klaim tersebut kemudian berkembang di media sosial dan sebagian pengguna mengaitkannya dengan wilayah Lombok Tengah. Persepsi itu muncul setelah sebelumnya terjadi insiden dugaan keracunan makanan di wilayah Batukliang, Lombok Tengah.

Sejumlah komentar kemudian menghubungkan video pembakaran dapur SPPG tersebut dengan insiden yang terjadi sebelumnya di Batukliang. Namun, hasil verifikasi jajaran Polsek Batukliang dan Polresta Lombok Tengah di lapangan juga tidak menemukan adanya peristiwa pembakaran dapur SPPG sebagaimana yang diklaim.

“Untuk informasi yang kemudian dipersepsikan terjadi di Lombok Tengah, jajaran Polsek dan Polres sudah melakukan verifikasi di lapangan. Hasilnya, tidak ditemukan peristiwa seperti yang disebutkan dalam video tersebut,” tegas Kholid.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya