Liputan6.com, Jakarta - Kecemasan menyelimuti Posko Terpadu Kecelakaan KM Virgo Transport 8 di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur. Sejumlah keluarga penumpang KM Virgo berdatangan, berharap mendapat kabar tentang orang-orang terkasih yang masih dalam proses pencarian, setelah kapal tersebut terbalik di perairan Masalembo, Laut Jawa, Minggu (13/9/2026).
Di antara keluarga yang menunggu itu adalah Ela Nur Atika. Bersama kedua orang tua, Ela datang ke posko untuk mencari keberadaan suami, Saiful Nuruddin. Dia merupakan salah satu penumpang KM Virgo Transport 8.
Advertisement
Saiful sehari-hari bekerja sebagai sopir truk. Kepergiannya kali ini pun awalnya tak berbeda dari perjalanan-perjalanan sebelumnya. Dia berangkat untuk bekerja dan naik kapal seperti biasa.
Namun, perjalanan itu berubah menjadi penantian yang menegangkan bagi Ela dan keluarga.
Ela sempat menyerahkan foto Saiful kepada petugas di posko untuk membantu proses identifikasi dan pencarian. Foto tersebut diperlukan dalam pendataan di posko serta proses antemortem.
Kabar mengenai kondisi Saiful pun tak kunjung datang.
Komunikasi terakhir Ela dengan suaminya terjadi sekira pukul 19.30 WIB. Setelah itu, Ela kembali mencoba menghubunginya melalui pesan WhatsApp sekitar pukul 20.30 WIB. Pesan tersebut memang telah terbuka, tetapi tidak mendapat balasan.
"Iya berangkat kerja kan mas, enggak tahu kayak gini kan. Iya berangkat biasa, naik kapal, kapal yang terlambat itu aja, setengah delapan itu dihubungi. Iya terakhir waktu komunikasi itu setengah delapan. Terus di-WA lagi tuh jam setengah sembilan, dibuka tapi enggak dibalas," kata Ela. Dikutip dari Fokus Indosiar, Senin (14/9/2026).
Dalam penantian itu, Ela hanya bisa berharap suaminya ditemukan dalam keadaan selamat.
Harapan tersebut akhirnya terjawab.
Isak tangis Ela yang sejak awal dipenuhi kecemasan pecah setelah mendapat kabar bahwa Saiful ditemukan dalam keadaan selamat. Saiful telah dievakuasi tim SAR.
Tangis yang sebelumnya menjadi luapan kekhawatiran berubah menjadi kelegaan. Penantian Ela bersama kedua orang tuanya di posko akhirnya berujung pada kabar yang selama ini mereka tunggu.
Kisah serupa juga dirasakan keluarga Dede Farandika, salah satu anak buah kapal (ABK) KM Virgo Transport 8. Kecemasan keluarga terhadap kondisi pria berusiaa 29 tahun itu, berubah menjadi kelegaan setelah mendapat informasi bahwa ia ditemukan selamat.
Dede diketahui bertugas di bagian dek kapal. Keluarga besarnya hingga kini belum berkomunikasi langsung dengan Dede. Namun, mereka telah menerima konfirmasi bahwa Dede selamat dan telah berada di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Kalimantan Selatan.