Trump Sebut AS Bisa Kuasai Minyak Iran seperti di Venezuela

Trump membandingkan skenario ini dengan langkah AS mengambil kendali atas seperlima dari cadangan minyak Venezuela yang sangat besar.

oleh Khairisa FeridaDiterbitkan 14 September 2026, 18:05 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Ruang Oval, Gedung Putih, pada 30 Januari 2026. (Dok. AP/Evan Vucci)

Liputan6.com, London - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Minggu (13/9/2026) membuka kemungkinan AS terus terlibat dalam konflik dengan Iran dan menguasai minyak negara itu. 

Saat berkunjung ke Irlandia untuk menghadiri sejumlah pertemuan sekaligus menyaksikan turnamen golf, Trump kembali mengatakan perang dengan Iran diperkirakan berakhir tahun ini. Menurut dia, perang itu kemungkinan selesai tak lama setelah pemilu paruh waktu AS pada November.

Berbicara di sela turnamen Irish Open, Trump mengatakan pula harga bensin akan "anjlok" setelah perang berakhir.

Gejolak di Timur Tengah resmi mengguncang pasar minyak. Harga minyak mentah dunia langsung melonjak tajam pada perdagangan Senin (14/9)ini, menyusul dampak serangan terhadap jaringan pipa minyak utama Arab Saudi.

Trump menegaskan hanya akan menerima "kesepakatan yang tepat" dan menolak kesepakatan yang dinilainya tidak menguntungkan. Ia juga mengklaim Iran terus menghubungi AS untuk membicarakan perdamaian, meski klaim serupa sebelumnya telah dibantah Teheran.

Di sisi lain, Trump membuka kemungkinan AS memperpanjang keterlibatannya dalam konflik dengan Iran. Ia kembali membandingkan opsi itu dengan kesepakatan AS di Venezuela yang diumumkan pada Agustus.

"Pada akhirnya kami akan keluar (dari konflik dengan Iran), kecuali kami memutuskan untuk tetap terlibat dan menguasai minyaknya seperti di Venezuela," kata Trump seperti dilaporkan Anadolu.

Ia menambahkan, pendapatan yang diperoleh AS dari Venezuela telah berkali-kali menutup biaya perang.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya