Korban Selamat Ungkap Detik-Detik KM Virgo Transport Terbalik dan Karam di Laut Jawa

Ahmad Saudi, seorang penumpang selamat menceritakan detik-detik mengerikan KM Virgo Transport 8 tenggelam di Laut Jawa.

oleh Tim RegionalDiterbitkan 14 September 2026, 07:54 WIB
Penampakan KM Virgo Transport 8 yang tenggelam di perairan Laut Jawa. (Liputan6.com/ Dok Liputan6 SCTV)

Liputan6.com, Jakarta - Usai menerjang gelombang tinggi 2,5 meter di perairan Laut Jawa dalam operasi SAR, Kapal bantuan MV Kaida akhirnya tiba di Pelabuhan Trisaksi Banjarmasin, Minggu malam (13/9/2026). Korban Kapal Virgo Transport 8 yang berhasil selamat kebanyakan mengalami sesak napas, trauma hingga hilang kesadaran. 

Petugas yang berjaga di pelabuhan langsung memberikan penanganan awal untuk memastikan kondisi korban selamat tetap stabil.

Ahmad Saudi, seorang penumpang yang selamat dari kecelakaan kapal Virgo Transport 8 kepada Liputan6 SCTV, mengungkap detik-detik kapal nahas itu karam di perairan Laut Jawa.

Ahmad mengaku saat kapal mulai miring di sedang tertidur, lalu ia terbangun karena penumpang lain berlarian.

"Saya tanyakan, kenapa pak, kapal miring, kapal miring, terus saya berdiri, kapal miring sungguhan, langsung saya lari ke bawah," katanya.

Ahmad menceritakan, setelah kapal miring parah, dirinya lalu naik ke bagian atas kapal yang mau karam.

"Kapal karet itu keluar, saya baru loncat," katanya.

Ahmad mengakui saat kapal mulai miring tidak ada sama sekali pemberitahuan dari kru kapal.

"Alarm saja tidak ada," katanya.

Ahmad Saudi sendiri merupakan warga asal Surabaya yang kini tinggal di Banjarbaru. Dia berada dalam perjalanan menuju Kalimantan untuk membawa sebuah bus setelah mengambil kendaraan tersebut dari Surabaya.

Namun, perjalanan itu berubah menjadi perjuangan menyelamatkan nyawa ketika KM Virgo Transport 8 mengalami kecelakaan dan karam saat melintas di Laut Jawa.

Berdasarkan data sementara Basarnas, sebanyak 107 penumpang telah berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat. Sebanyak 6 orang meninggal dunia, sementara 130 lainnya masih dalam pencarian.

Basarnas mengerahkan 15 armada laut dan udara dari unsur gabungan untuk mendukung operasi pencarian di sekitar lokasi kejadian. Armada tersebut terdiri atas 11 kapal, satu helikopter, dan tiga pesawat.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya