Indonesia Dorong BRICS Naikkan Posisi Dalam Rantai Nilai Global

Presiden Prabowo mengajak negara BRICS melakukan industrialisasi bersama dan mengoptimalkan rantai pasok untuk tingkatkan investasi serta lapangan kerja.

oleh Immanuel ChristianDiterbitkan 13 September 2026, 22:50 WIB
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mendampingi Presiden Prabowo Subianto menghadiri KTT BRICS 2026. (Foto: ekon.go.id)

Liputan6.com, Jakarta - Indonesia mendorong negara-negara BRICS mengoptimalkan sumber daya, kapasitas produksi, teknologi, dan pasar bersama untuk meningkatkan posisi dalam rantai nilai global (global value chain).

Indonesia menilai kerja sama industrialisasi antarnegara dapat meningkatkan investasi, memperkuat industri, serta menciptakan lebih banyak lapangan kerja.

Presiden Prabowo Subianto menyatakan bahwa BRICS pada dasarnya sudah memiliki rantai pasok yang dapat dikembangkan bersama. Negara-negara anggota perlu mengoneksikan dan mengoptimalkan kekuatan tersebut agar menghasilkan nilai ekonomi yang jauh lebih besar.

“BRICS sudah menjadi rantai pasok. Tugas kita adalah menghubungkan dan mengoptimalkannya agar kekuatan yang sudah ada ini dapat menjadi sumber nilai yang lebih besar bagi kita semua,” kata Presiden Prabowo Subianto dalam pertemuan BRICS, Minggu (13/9/2026).

Menurut Prabowo, BRICS memiliki kelimpahan sumber daya mineral kritis, energi, kapasitas produksi, kemampuan teknologi, serta pasar yang dapat dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi bersama. Indonesia mendorong agar kekuatan tersebut tidak berhenti sebagai pemasok bahan mentah, tetapi berkembang menjadi kapasitas industri yang menghasilkan nilai tambah lebih besar.

“Karena itu, izinkan saya menawarkan sesuatu yang konkret. Mari kita melakukan industrialisasi bersama dan mengoptimalkan sumber daya serta kapasitas yang kita miliki bersama,” ujar Prabowo.

Penggabungan Sumber Daya

Prabowo menambahkan bahwa penggabungan sumber daya dan kapasitas negara-negara BRICS dapat membuka kran investasi serta memperkuat struktur industri. Pengembangan tersebut juga dapat menyerap tenaga kerja dan meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat.

Indonesia menjadikan keberhasilan transformasi kapasitas produksi pangan sebagai salah satu contoh peningkatan posisi ekonomi. Indonesia yang selama bertahun-tahun menjadi salah satu importir terbesar biji-bijian, beras, dan jagung, kini telah bertransformasi menjadi eksportir serta berupaya meningkatkan kontribusi pasokan bagi negara lain.

Prabowo juga menilai ekonomi hijau dapat menjadi peluang strategis bagi negara-negara BRICS untuk memperkuat posisi dalam rantai nilai global. Pengembangan sumber daya terbarukan dan teknologi bersih menjadi bagian penting dari peningkatan nilai ekonomi tersebut.

Ia menegaskan bahwa kerja sama ini dapat mengubah integrasi sumber daya, produksi, teknologi, dan pasar menjadi kekuatan industri yang riil. Indonesia menyakini penguatan rantai pasok bersama akan membantu negara-negara BRICS menaikkan nilai tambah dan posisi mereka dalam peta ekonomi dunia.

“Bersama-sama, kita dapat mengubah berbagai tantangan yang saling berkaitan menjadi peluang untuk meningkatkan investasi, memperkuat industri, serta menciptakan lebih banyak lapangan kerja dan peluang yang lebih baik bagi rakyat kita,” tutur Prabowo.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya