Pendiri Oracle Larry Ellison Batal Lepas 50 Juta Saham

Keputusan membatalkan pelepasan 50 juta saham terjadi setelah dokumen mengungkapkan rencana perdagangan pendiri Oracle Larry Ellison.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 13 September 2026, 10:11 WIB
Larry Ellison dan Jolin Zhu, yang kemudian jadi istrinya, menyaksikan Novak Djokovic dari Serbia bertanding melawan Bjorn Fratangelo dari Amerika Serikat dalam pertandingan putaran kedua tunggal putra mereka pada hari keenam BNP Paribas Open di Indian Wells Tennis Garden pada 9 Maret 2019 di Indian Wells, California, AS. (Clive Brunskill/Getty Images/AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Pendiri Oracle, Larry Ellison membatalkan rencana menjual hingga 50 juta lembar saham di Oracle. Saham itu senilai US$ 7,5 miliar atau Rp 132,05 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 17.610) berdasarkan harga saat ini.

Mengutip CNBC, Minggu (13/9/2026), keputusan pembatalan ini muncul hanya sehari setelah sebuah dokumen resmi mengungkapkan rencana perdagangan pendiri Oracle itu, yang telah ditetapkan pada 22 Juni dan dijadwalkan berakhir pada 24 Oktober.

Tidak ada saham Oracle yang terjual di bawah Rencana 10b5-1 untuk penjualan saham itu. Ellison tidak memiliki rencana lain untuk menjual sahamnya, berdasarkan siaran pers pada Sabtu pekan ini. Hanya sedikit rincian tambahan yang diberikan.

Miliarder berusia 82 tahun ini tetap memegang porsi kepemilikan yang signifikan atas perusahaan yang didirikannya pada tahun 1977 tersebut. Ia terus menguasai lebih dari 40% saham Oracle, sebagaimana dilaporkan CNBC sebelumnya. Ellison telah berperan mengubah Oracle dari pembuat perangkat lunak konvensional menjadi pemain utama dalam infrastruktur kecerdasan buatan (AI).

Namun, sebagai bagian dari perubahan arah bisnis tersebut, Oracle telah menanggung beban utang yang besar dan harga sahamnya telah turun sekitar 23% tahun ini.

Ellison juga merupakan ayah dari David Ellison, CEO Paramount Skydance saat ini, yang sedang berupaya mengakuisisi Warner Bros. Discovery. Ellison senior telah membantu mendanai merger awal antara Skydance Media milik David Ellison dan Paramount, serta menjadi pendukung rencana akuisisi WBD. Kesepakatan yang diusulkan tersebut saat ini tertunda akibat gugatan hukum dari jaksa agung negara bagian terkait kekhawatiran antimonopoli.

 

Dikabarkan Bakal Lepas 50 Juta Saham Oracle

Larry Ellison dan Jolin Zhu, yang kemudian jadi istrinya, menyaksikan pertandingan putaran ketiga tunggal putra antara Roger Federer dan Stan Wawrinka dari Swiss pada Hari ke-9 BNP Paribas Open di Indian Wells Tennis Garden pada 12 Maret 2019 di Indian Wells, California, AS. (Yong Teck Lim/Getty Images/AFP)

Sebelumnya, Pendiri Oracle Larry Ellison telah menandatangani rencana perdagangan yang memungkinkan menjual 50 juta saham di perusahaan perangkat lunak itu. Nilai saham Oracle mencapai US$ 7,5 miliar atau Rp 132,05 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 17.610) dengan harga saat ini.

Pada penutupan perdagangan Jumat, 11 September 2026, harga saham Oracle turun 1,74% menjadi US$ 150,28.

Mengutip CNBC, Sabtu, (12/9/2026), Ellison mengadopsi rencana tersebut pada 22 Juni, dan akan berakhir pada 24 Oktober, menurut pengajuan peraturan yang diterbitkan pada hari Jumat.

Ini adalah langkah yang tidak biasa bagi Ellison, yang telah memegang sebagian besar perusahaan yang dia luncurkan pada 1977. Dia mengendalikan lebih dari 40% Oracle, menurut FactSet, dan masih akan memiliki 1,1 miliar saham jika dia menjual seluruh saham dalam rencana tersebut.

Ellison tidak pernah menjual lebih dari 25.000 saham Oracle pada waktu tertentu, menurut FactSet. Seorang juru bicara tidak segera menanggapi permintaan komentar.

Ellison, 82 tahun, telah membantu mengubah Oracle dari pembuat perangkat lunak lama menjadi pemain utama dalam infrastruktur kecerdasan buatan. Dalam laporan pendapatannya pada Kamis, Oracle melampaui perkiraan, didorong oleh pertumbuhan pendapatan infrastruktur cloud sebesar 121% dari tahun ke tahun.

Namun, untuk mewujudkan hal tersebut, Oracle harus menanggung banyak utang, sehingga meningkatkan kekhawatiran di kalangan investor yang telah mendorong harga sahamnya anjlok sekitar 20% tahun ini.

Ellison, orang terkaya ketujuh di dunia, membantu mendanai merger perusahaan produksi putranya David Ellison, Skydance, dengan Paramount pada 2025.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya