Bahaya Bayar Minimum Kartu Kredit, Utang Bisa Lunas hingga 27 Tahun

Bayar minimum kartu kredit memang menghindari denda, tetapi bisa membuat utang sulit lunas dan bunga terus menumpuk.

oleh Arthur GideonDiterbitkan 12 September 2026, 07:00 WIB
Panduan lengkap mengajukan kartu kredit.

Liputan6.com, Jakarta - Membawa saldo utang dari satu bulan ke bulan berikutnya menjadi salah satu cara tercepat seseorang terjebak dalam utang kartu kredit. Kebiasaan hanya membayar tagihan minimum setiap bulan juga bisa membuat kondisi semakin sulit.

Menurut survei LendingTree terhadap lebih dari 1.500 pemegang kartu kredit di Amerika Serikat, lebih dari 4 dari 10 pemegang kartu mengaku rutin hanya membayar tagihan minimum pada setidaknya satu kartu mereka. Angka ini bahkan mencapai 58% pada kelompok Gen Z berusia 18 hingga 29 tahun.

Membayar tagihan minimum memang membuat pemegang kartu terhindar dari konsekuensi karena melewati batas waktu pembayaran. Namun, sebagian besar pembayaran tersebut dapat digunakan untuk membayar bunga, bukan mengurangi pokok utang.

Akibatnya, pelunasan utang bisa berlangsung bertahun-tahun dan menambah ribuan dolar pada total biaya yang harus dibayarkan.

LendingTree menyebut kebiasaan hanya membayar minimum sebagai “salah satu kebiasaan terburuk yang bisa dilakukan dengan kartu kredit.”

Mempertahankan Utang

Ilustrasi layanan dan jasa bank | Pixabay

Perencana keuangan bersertifikat dari Bell Investment Advisors, Corinna Rose, mengatakan pembayaran minimum bukan strategi untuk melunasi utang.

“Pembayaran minimum bukan strategi pelunasan utang, melainkan strategi mempertahankan utang,” ujar Rose dikutip dari CNBC, Sabtu (12/9/2026).

Menurut dia, membayar minimum memang membuat rekening kartu kredit tetap dalam kondisi baik. Namun, cara tersebut sering kali tidak banyak mengurangi saldo utang secara berarti.

Data LendingTree menunjukkan rata-rata saldo kartu kredit pemegang kartu di Amerika Serikat yang memiliki utang mencapai US$ 7.756, dengan rata-rata tingkat bunga tahunan (APR) sebesar 20,94%.

Dengan asumsi tidak ada transaksi tambahan, utang tersebut dapat membutuhkan waktu hampir 27 tahun untuk dilunasi jika hanya membayar minimum. Berdasarkan kalkulator kartu kredit Bankrate, total bunga yang dibayarkan bahkan dapat mencapai hampir US$ 13.000.

“Kesalahpahaman yang besar adalah mengira pembayaran minimum berarti Anda membuat kemajuan yang berarti. Kenyataannya, Anda sering hanya berjalan di tempat sementara bunga terus bekerja ke arah yang salah,” kata Rose.

 

Bunga Dihitung Setiap Hari

Beli Tiket Konser Coldplay sebagai Self Reward, Awas Kebablasan Jadi Utang Konsumtif. Ilustrasi kartu kredit. Foto: Liputan6.com/Ade Nasihudin.

Perencana keuangan bersertifikat sekaligus pemilik Access Wealth Strategies, Nathan Sebesta, mengatakan pemegang kartu tidak perlu menunggu tagihan ditutup atau tanggal jatuh tempo tiba untuk mulai mengurangi saldo utang.

Bunga kartu kredit umumnya dihitung setiap hari. Karena itu, bagi pemegang kartu yang memiliki utang, melakukan pembayaran lebih cepat dapat membantu menekan biaya bunga.

“Anda dapat melakukan pembayaran kapan saja,” kata Sebesta.

“Jika Anda menggunakan kartu kredit untuk mendapatkan hadiah atau demi kenyamanan, tidak ada salahnya membayar saldo beberapa kali sepanjang bulan dan mengembalikannya ke posisi nol sesering mungkin,” lanjutnya.

Sebesta menyarankan agar pemegang kartu sebisa mungkin tidak membawa saldo utang dari satu bulan ke bulan berikutnya.

Pada akhirnya, “tujuannya adalah menggunakan kartu kredit sebagai alat pembayaran, bukan sebagai cara untuk membelanjakan uang yang sebenarnya belum Anda miliki,” ujarnya.

Membawa saldo utang setiap bulan juga dapat menyulitkan seseorang memantau pengeluaran karena sebagian pendapatan sudah digunakan untuk membayar pembelian dari bulan sebelumnya.

 

Jangan Mengandalkan Ingatan

Rose mengatakan ketidakmampuan membayar tagihan kartu kredit secara penuh secara konsisten merupakan “lampu peringatan di dasbor.”

“Ini bukan berarti pemegang kartu telah gagal, tetapi menunjukkan bahwa sudah waktunya melihat lebih dekat kebiasaan belanja, membuat anggaran yang realistis, atau mungkin berhenti menggunakan kartu kredit untuk sementara waktu,” kata Rose.

Salah satu aturan yang diterapkan Rose kepada kliennya adalah, “Jangan gunakan pendapatan masa depan untuk membayar pengeluaran masa lalu.”

Meski demikian, pemegang kartu tetap tidak boleh melewatkan pembayaran minimum. Jika setidaknya jumlah minimum tidak dibayar sebelum tanggal jatuh tempo, pembayaran akan dianggap terlambat dan penerbit kartu dapat mengenakan denda.

Menurut Sebesta, keterlambatan selama 30 hari atau lebih dapat dilaporkan kepada biro kredit dan berpotensi menurunkan skor kredit. Bagi pemilik skor kredit yang sangat baik, satu keterlambatan 30 hari dapat memangkas sekitar 60 hingga 80 poin.

Jika terlewat membayar, Sebesta menyarankan segera melunasi tagihan dan menghubungi penerbit kartu. Untuk mencegah kejadian serupa, Rose menyarankan mengaktifkan fitur autopay.

“Jangan mengandalkan ingatan ketika teknologi bisa melakukan pekerjaan itu. Satu pengaturan autopay dapat menyelamatkan Anda dari masalah kartu kredit selama bertahun-tahun,” kata Rose.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya