Liputan6.com, Jakarta - Teknologi baterai Blade Battery milik BYD selama ini dikenal sebagai salah satu sumber tenaga untuk kendaraan listrik. Namun, penggunaannya kini mulai diperluas ke sektor lain di luar kendaraan penumpang.
Melalui anak usahanya, FinDreams Battery, BYD mulai mengembangkan teknologi Blade Battery untuk lokomotif listrik yang digunakan di kawasan industri dan pertambangan.
Advertisement
Langkah tersebut dilakukan melalui kerja sama dengan Changsha Fusheng Technology. Kedua perusahaan akan mengembangkan sistem Blade Battery yang ditujukan untuk lokomotif di kawasan industri, pertambangan, hingga area perkeretaapian.
Mengutip CarNewsChina, Senin (14/9/2026), kerja sama tersebut ditandatangani pada 7 September 2026 di kantor pusat BYD di Pingshan, Shenzhen, China.
Dalam proyek ini, baterai yang dikembangkan untuk kendaraan rel ditargetkan menggunakan standar automotive-grade. Artinya, teknologi baterai yang selama ini digunakan pada kendaraan listrik BYD mulai diarahkan untuk memenuhi kebutuhan operasional kendaraan berat di lingkungan industri.
Lokomotif yang menjadi sasaran pengembangan juga tidak terbatas pada perjalanan kereta api konvensional.
Sistem tersebut dirancang untuk mendukung berbagai kebutuhan operasional, mulai dari shunting atau proses memindahkan rangkaian kereta, transportasi internal, aktivitas pertambangan, hingga operasional di kawasan perkeretaapian.
Perluasan penggunaan ini menunjukkan bahwa BYD mulai melihat potensi Blade Battery untuk kendaraan dengan karakteristik penggunaan yang berbeda dari mobil listrik penumpang.
Dalam kerja sama tersebut, FinDreams Battery akan memberikan dukungan dalam penelitian, pengembangan, hingga produksi baterai.
Sementara itu, Changsha Fusheng Technology bertanggung jawab terhadap integrasi sistem serta pengembangan aplikasinya pada lokomotif industri.
Perusahaan tersebut akan mengintegrasikan Blade Battery dengan sistem manajemen baterai atau battery management system (BMS), termasuk teknologi kontrol elektronik yang diperlukan untuk menunjang pengoperasian lokomotif.
Kolaborasi ini diharapkan dapat menghasilkan sistem baterai yang tidak hanya memiliki standar tinggi dari sisi teknologi, tetapi juga sesuai dengan kebutuhan operasional kendaraan rel di lingkungan industri dan pertambangan.
Bukan Pertama Kali Blade Battery Dipakai Kendaraan Berat
Pengembangan Blade Battery untuk lokomotif menjadi langkah terbaru FinDreams Battery dalam memperluas pemanfaatan teknologi baterainya di luar kendaraan penumpang.
Sebelumnya, BYD juga telah menggunakan Blade Battery pada kendaraan niaga berukuran besar.
Pada Juni 2026, BYD menyerahkan 100 unit truk tambang listrik T31 kepada perusahaan transportasi konstruksi di Shenzhen. Masing-masing truk tersebut dibekali baterai dengan kapasitas 424 kWh.
Selain itu, BYD juga menggunakan Blade Battery pada truk tractor listrik Q3. Kendaraan tersebut dijadwalkan diperkenalkan di ajang IAA di Jerman pada tahun ini.
Penggunaan baterai pada kendaraan berat menunjukkan bahwa teknologi yang dikembangkan BYD mulai memiliki cakupan aplikasi lebih luas, tidak hanya untuk mobil listrik tetapi juga kendaraan komersial dan kendaraan khusus.
Meski kerja sama pengembangan telah resmi dilakukan, BYD belum mengungkap sejumlah detail penting mengenai proyek lokomotif listrik tersebut.
Belum diketahui nilai kerja sama, kapasitas pasokan baterai, spesifikasi teknis lokomotif, maupun jadwal dimulainya operasi komersial.
Dengan demikian, pengembangan Blade Battery untuk lokomotif industri saat ini masih berada pada tahap kerja sama dan pengembangan teknologi.
Namun, langkah tersebut menjadi sinyal bahwa BYD terus memperluas pemanfaatan teknologi baterainya ke berbagai sektor.
Tidak hanya mobil listrik dan kendaraan niaga, Blade Battery kini mulai diarahkan untuk kebutuhan kendaraan berat dan transportasi khusus, termasuk lokomotif yang beroperasi di kawasan industri serta pertambangan.