Rukun Raharja (RAJA) Bakal Bawa Anak Usaha IPO pada 2027

PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) berencana memboyong anak usahanya untuk melantai di bursa melalui aksi IPO pada 2027. Simak bocoran lengkap manajemen.

oleh Thurfah Mahira AhnafDiterbitkan 10 September 2026, 20:01 WIB
Djauhar Maulidi (Direktur Utama PT Rukun Raharja Tbk (RAJA)) dalam Public Expose Live 2026, Kamis (10/9/2026).

Liputan6.com, Jakarta - PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) bersiap membawa salah satu anak usahanya untuk melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 2027 mendatang. Kendati demikian, perseroan masih mematangkan entitas mana yang paling siap serta menentukan jadwal pasti penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO).

Direktur Utama RAJA Djauhar Maulidi menyampaikan, rencana penawaran saham perdana ini sejatinya merupakan bagian dari agenda ekspansi jangka panjang yang saat ini tengah dievaluasi secara mendalam.

“Memang ada rencana untuk melakukan IPO dari unit bisnis kami. Sebenarnya ada yang direncanakan jalan tahun lalu, tetapi harus tertunda,” ujar Djauhar dalam gelaran Public Expose Live 2026, Kamis (10/9/2026).

Senada, Direktur RAJA Praba Diwangkara Caraka Putra Soma mengonfirmasi rencana strategis tersebut. Pihaknya masih mengkaji kesiapan teknis dan momentum pasar yang tepat.

“Kemungkinan besar memang ada anak usaha kami yang akan kami IPO-kan. Namun tentu prosesnya masih kami cermati terkait timing-nya, dan mana entitas yang paling siap untuk melakukan IPO,” kata Praba.

 

Buka Peluang Lepas Saham Dua Anak Usaha Sekaligus

Djauhar menambahkan bahwa eksekusi IPO kemungkinan besar direalisasikan pada 2027, menyesuaikan dengan stabilitas pasar modal dalam negeri.

“Antara tahun depan atau 2027, cuma untuk tanggal atau waktu tepatnya kami belum bisa memberikan jawaban pasti karena sangat tergantung dari kondisi market dan pasar modal di Indonesia pada khususnya,” tutur Djauhar.

Bahkan, emiten jasa migas dan energi ini tidak menutup kemungkinan untuk melepas saham lebih dari satu entitas anak usaha ke publik guna mendukung pertumbuhan bisnis.

“Kalau memungkinkan, ada satu atau dua anak perusahaan lagi yang akan kami bawa IPO,” tambahnya.

Sebagai informasi, langkah strategis ini berjalan sejajar dengan target eksekusi sejumlah proyek besar perseroan pada 2027. Beberapa proyek tersebut di antaranya pengembangan fasilitas floating liquefied natural gas (FLNG), akuisisi armada kapal pengangkut gas, serta pembangunan jaringan pipa gas sepanjang hampir 120 kilometer di Kalimantan Timur.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya