Liputan6.com, Jakarta - Tim SAR gabungan menggunakan drone thermal dalam operasi pencarian lima jurnalis yang hilang kontak saat meliput aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) di perairan Selat Sunda sejak Senin (7/9/2026).
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Banten Al Amrad mengatakan, drone thermal menjadi salah satu peralatan yang dikerahkan dalam operasi pencarian. Penggunaan perangkat tersebut sebelumnya dilakukan pada hari pertama pencarian, tetapi terkendala kondisi abu vulkanik.
Advertisement
"Drone itu ada di salah satu kapal. Itu di hari pertama kita gunakan saat abu vulkanik tebal, itu tidak maksimal. Operasi SAR turut didukung drone thermal, peralatan SAR air, medis, komunikasi, serta berbagai peralatan pendukung lainnya," ujar Al Amrad, Kamis (10/9/2026).
Memasuki hari ketiga pencarian, Tim SAR gabungan memperluas area operasi untuk menemukan lima jurnalis beserta tiga awak kapal yang masih hilang kontak.
Kerahkan Kapal Perang
TNI AL turut memperkuat operasi dengan mengerahkan tiga KRI, yakni KRI Leuser-924, KRI Kerambit-627, dan KRI Lepu-861. Seluruh unsur yang dikerahkan menyisir wilayah pencarian seluas 2.483 nautical mile yang terbagi dalam enam sektor.
"Kami memperluas area pencarian dan mengerahkan lebih banyak unsur serta sarana. Seluruh kekuatan yang tersedia kami optimalkan untuk menemukan delapan orang yang masih dalam pencarian," terangnya.
Operasi pencarian dilakukan dari wilayah Banten dan Lampung. Tim menyisir jalur laut menuju sejumlah pulau hingga kawasan Gunung Anak Krakatau.
Saat operasi dimulai pada Kamis pagi (10/9/2026), cuaca terpantau cerah berawan tebal. Angin bertiup dari selatan menuju utara dengan kecepatan sekitar 15 knot, sementara tinggi gelombang mencapai 2,5 hingga 4 meter.
"Kami berharap seluruh korban segera ditemukan dan dapat kembali kepada keluarga," jelasnya.