IHSG Tembus 6.700 pada Awal Perdagangan, Sektor Teknologi Memimpin

IHSG menguat ke level 6.700 pada perdagangan Kamis pagi (10/9/2026). Sektor teknologi memimpin kenaikan terbesar.

oleh Arthur GideonDiterbitkan 10 September 2026, 09:10 WIB
Tampak dalam foto, layar monitor menunjukkan pergerakan pasar saham di lantai Bursa Efek Indonesia menjelang aktivitas perdagangan, Jakarta. (BAY ISMOYO/AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan kenaikannya pada perdagangan saham Kamis (10/9/2026). Dari 11 sektor saham hanya ada satu sektor yang melemah. 

Mengutip data RTI, IHSG dibuka menguat ke level 6.688,17 dari penutupan perdagangan sebelumnya di posisi 6.678,20. Pada pukul 09.02 WIB, IHSG tercatat naik 0,28 persen ke level 6.697,93.

Penguatan berlanjut hingga pukul 09.05 WIB dengan IHSG melaju naik 0,35 persen ke level 6.700,61. Indeks saham LQ45 turut menguat 0,57 persen ke posisi 668. Secara keseluruhan, sebagian besar indeks saham acuan berada di zona hijau.

Pada awal sesi perdagangan, IHSG bergerak di rentang tertinggi 6.702,73 dan terendah 6.684,76.

Sebanyak 282 saham menguat sehingga menopang laju IHSG. Sementara itu, 150 saham melemah dan 240 saham stagnan.

Total frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 123.972 kali dengan volume perdagangan mencapai 3,3 miliar saham. Nilai transaksi harian saham mencapai Rp 2,2 triliun. Adapun posisi nilai tukar dolar Amerika Serikat terhadap rupiah berada di kisaran US$ 1 setara Rp 17.506.Sektor Saham

Mayoritas sektor saham bergerak menghijau. Hanya ada satu sektor yang tertekan, yaitu sektor konsumen siklikal (cyclical) yang melemah 0,28 persen.

Sektor saham teknologi memimpin penguatan dengan melonjak 1,48 persen, disusul sektor energi dan sektor barang baku (basic materials) yang masing-masing naik sebesar 1 persen.

Prediksi IHSG Hari Ini

Layar monitor menunjukkan pergerakan pasar saham di lantai Bursa Efek Indonesia menjelang aktivitas perdagangan. (9/2/2026). (BAY ISMOYO/AFP)

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi menguat pada perdagangan saham Kamis, (10/9/2026). Namun, investor diingatkan untuk mewaspadai koreksi IHSG hari ini. Lalu bagaimana strategi rekomendasi saham-nya?

IHSG melemah tipis 0,12% menjadi 6.678, dan disertai dengan munculnya tekanan jual pada perdagangan saham Rabu, 9 September 2026.

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, posisi IHSG saat ini diperkirakan sedang berada pada akhir wave v dari wave ©, cermati area penguatan yang berada di 6.736-6.812.

“Namun demikian, waspadai akan ada potensi koreksi terdekat ke rentang 6.643-6.653,” kata Herditya dalam catatannya.

Ia menuturkan, IHSG akan berada di level support 6.610,6.561 dan level resistance 6.705,6.755 pada perdagangan saham Kamis pekan ini.

Dalam riset PT Pilarmas Investindo Sekuritas menyebutkan, IHSG berpotensi melemah terbatas dengan level support dan level resistance 6.600-6.710.

Rekomendasi Saham

Aktivitas pekerja di depan layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di BEI, Jakarta. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Untuk rekomendasi saham hari ini, PT Pilarmas Investindo Sekuritas memilih saham PT Archi Indonesia Tbk (ARCI), PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), dan PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN).

Sedangkan Herditya memilih saham PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI), PT HM Sampoerna Tbk (HMSP), PT Timah Tbk (TINS), dan PT Bukit Asam Tbk (PTBA).

Rekomendasi Teknikal

1.PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) - Buy on Weakness

Saham BIPI menguat 5,33% ke 158 dan disertai dengan adanya peningkatan volume pembelian, tetapi penguatan BIPI tertahan oleh MA200. Kami memperkirakan, posisi BIPI saat ini sedang berada di awal wave [iii] dari wave C.

Buy on Weakness: 151-156

Target Price: 175, 186

Stoploss: below 147

 

2.PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) - Trading Buy

Saham HMSP terkoreksi 2,61% ke 745 dan disertai dengan munculnya tekanan jual, koreksinya pun mampu menembus MA20 dan MA200. Kami perkirakan, selama masih mampu berada di atas 725 sebagai stoplossnya, maka HMSP sedang berada di awal wave [v] dari wave 1.

Trading Buy: 730-740

Target Price: 795, 820

Stoploss: below 725

 

3.PT Timah Tbk (TINS) - Buy on Weakness

Saham TINS menguat 4,55% ke 4.600 dan disertai dengan munculnya volume pembelian. “Kami memperkirakan, posisi TINS saat ini berada di awal wave [iv] dari wave C,” ujar dia.

Buy on Weakness: 4.220-4.470

Target Price: 4.720, 4.820

Stoploss: below 4.120

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya