Liputan6.com, Jakarta - Morgan Stanley and Co International Plc memangkas kepemilikan saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) pada 4 September 2026.
Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Kamis, (10/9/2026), Morgan Stanley mengurangi saham GOTO dalam dua kali transaksi pada 4 September 2026. Pertama, Morgan Stanley melepas 1.453.847.400 saham GOTO dengan harga Rp 27 per saham. Kedua, Morgan Stanley melepas 5.948.444.700 saham GOTO dengan harga Rp 25 per saham. Transaksi yang dilakukan Morgan Stanley disebutkan masuk jenis transaksi lainnya dengan status kepemilikan langsung. Sedangkan tujuan transaksi untuk investasi.
Advertisement
Dengan demikian, Morgan Stanley melepas 7.402.292.100 senilai Rp 187,96 miliar.
Setelah transaksi pelepasan saham GOTO, Morgan Stanley memiliki 80.476.862.884 saham GOTO atau setara 6,9897%. Sebelumnya Morgan Stanley mempunyai 84.971.469.184 saham GOTO atau setara 7,3801%.
Sebelumnya pada 2 September 2026, Morgan Stanley menambah saham GOTO dengan harga Rp 25 per saham dengan tiga kali transaksi.
Morgan Stanley menambah kepemilikan saham GOTO sebanyak 12.577.872.400 saham. Kemudian Morgan Stanley meningkatkan kepemilikan saham GOTO sebanyak 119.953.200. Lalu pembelian saham GOTO sebanyak 9.221.177.326.
Dengan demikian, Morgan Stanley merogoh kocek sekitar Rp 544,97 miliar untuk meningkatkan saham GOTO sebanyak 21.919.002.926.
“Tujuan transaksi investasi dengan status kepemilikan langsung,” demikian seperti dikutip dari keterbukaan informasi BEI.
Kinerja GOTO Kuartal II 2026
Sebelumnya, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) kembali membukukan laba bersih sebesar Rp 252 miliar pada Kuartal II-2026. Capaian ini menandai keberhasilan perseroan mencetak laba bersih selama dua kuartal berturut-turut, setelah sebelumnya meraup laba Rp 171 miliar pada Kuartal I-2026.
Direktur Utama Grup GoTo, Hans Patuwo, mengatakan kinerja positif tersebut ditopang oleh pertumbuhan bisnis yang kuat. Hal ini tercermin dari kenaikan Gross Transaction Value (GTV) inti sebesar 83% secara tahunan (year-on-year) menjadi Rp 164 triliun dan pendapatan bersih yang meningkat 31% menjadi Rp 5,7 triliun.
“Kami mencetak laba bersih selama dua kuartal berturut-turut, dengan EBITDA Grup yang disesuaikan meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya, melampaui angka Rp 1,0 triliun untuk pertama kalinya. Bisnis Fintech kami juga terus menunjukkan kinerja yang unggul,” kata Hans di Kantor GoTo, Rabu (29/7/2026).
EBITDA Grup yang disesuaikan melonjak 137% secara tahunan menjadi Rp 1,01 triliun. Jumlah pengguna bertransaksi tahunan (Annual Transacting Users/ATU) juga tumbuh 19% menjadi 71 juta pengguna. Dengan capaian ini, perseroan mempertahankan proyeksi EBITDA Grup sepanjang 2026 di kisaran Rp 3,2 triliun hingga Rp 3,4 triliun.
Hans menjelaskan perubahan struktur komisi transportasi roda dua Gojek yang mulai berlaku pada 1 Juli 2026 diperkirakan akan memengaruhi kinerja bisnis On-demand Services pada kuartal III. Namun, perseroan menilai kondisi bisnis tetap stabil sehingga target kinerja tahunan tidak mengalami perubahan.
“Penyesuaian ini tidak mudah, tetapi kami percaya bisa mengatasi dampaknya. Karena itu, kami tetap mempertahankan pedoman EBITDA Grup yang disesuaikan untuk setahun penuh di kisaran Rp 3,2–3,4 triliun,” ujarnya.