Liputan6.com, Jakarta - Trent Alexander-Arnold mendapat peran berbeda saat Real Madrid menghadapi Inter Milan pada matchday pertama Liga Champions 2026/2027. Jose Mourinho menempatkan pemain asal Inggris itu di lini tengah dalam kemenangan 2-1 di Bernabeu.
Keputusan tersebut diambil ketika Real Madrid kehilangan sejumlah pemain di sektor tengah. Alexander-Arnold kemudian berduet dengan Federico Valverde untuk membantu mengisi ruang yang ditinggalkan para gelandang yang absen.
Advertisement
Eksperimen memainkan Alexander-Arnold sebagai gelandang bukan hal baru dalam kariernya. Gareth Southgate pernah mencobanya bersama Timnas Inggris pada Euro 2024, sementara Liverpool era Jurgen Klopp juga kerap memanfaatkan kemampuannya bergerak ke tengah untuk mendistribusikan bola.
Lantas, apakah performa melawan Inter Milan bisa membuat Alexander-Arnold menjadi gelandang permanen Real Madrid? Mourinho memberikan jawaban yang cukup jelas mengenai kemungkinan tersebut.
Mourinho Akui Alexander-Arnold Bukan Gelandang
Mourinho mengakui Alexander-Arnold mampu menjalankan tugasnya dengan baik ketika ditempatkan di lini tengah. Namun, ia menegaskan bahwa posisi tersebut bukanlah posisi alami pemain berusia 27 tahun tersebut.
"Dia pernah bermain di lini tengah bersama Inggris dan Liverpool, tapi dia bukan seorang gelandang," ucap Mourinho.
Mourinho tetap memberikan penilaian positif terhadap penampilan Alexander-Arnold saat melawan Inter. Menurutnya, sang pemain mampu memahami tuntutan taktis yang diberikan dalam pertandingan tersebut.
"Dia bermain sangat baik. Secara taktis, dia mampu menjalankan perannya dengan sangat baik. Baik dia maupun Valverde tampil sangat apik di level ini," imbuh Mourinho.
Jadi Gelandang karena Situasi Darurat
Absennya Eduardo Camavinga, Arda Guler, dan Bernardo Silva membuat opsi Mourinho di lini tengah menipis. Situasi tersebut akhirnya membuka jalan bagi Alexander-Arnold untuk mengisi posisi yang sebelumnya bukan peran utamanya.
Bersama Valverde, Alexander-Arnold menunjukkan kontribusi dalam distribusi bola. Ia menciptakan dua peluang dan melepaskan umpan silang lebih banyak dibandingkan pemain Real Madrid lainnya.
Namun, penampilannya juga memiliki sejumlah catatan. Alexander-Arnold tidak memenangkan satu pun duel perebutan bola dan mencatatkan akurasi umpan sebesar 83,3 persen.
Ia akhirnya ditarik keluar tidak lama setelah Inter Milan mencetak gol balasan pada menit ke-77. Dengan kondisi tersebut, eksperimen di lini tengah menunjukkan potensi, tetapi belum cukup untuk mengubah posisi utama Alexander-Arnold di Real Madrid.
Sumber: BBC Sport