Liputan6.com, Jakarta - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI menilai pertumbuhan bisnis berorientasi pada kinerja perusahaan yang diimbangi dengan nilai tambah yang disumbangkan untuk ekonomi Indonesia.
Direktur Finance & Strategy BNI Hussein Paolo Kartadjoemena mengatakan kontribusi tersebut diwujudkan melalui penyaluran pembiayaan yang prudent untuk mendukung kegiatan usaha sekaligus mendorong keberdayaan sosial dan ekonomi masyarakat.
Advertisement
"Sejalan dengan salah satu misi BNI untuk menjadi mitra strategis dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia, BNI memastikan pertumbuhan bisnis tidak hanya dilakukan secara produktif dan bertanggung jawab, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional,” ujar dia saat public expose live 2026, Rabu, (9/9/2026).
Perseroan tersebut juga berperan dalam menghubungkan pelaku usaha nasional dengan pasar global. Dengan jaringan kantor luar negeri terluas di Indonesia, BNI menjembatani pelaku usaha nasional untuk memperluas bisnis dan perdagangan ke pasar global sekaligus membuka akses investasi asing.
Hingga Juni 2026, portofolio pembiayaan berkelanjutan BNI telah mencapai Rp 195,7 triliun atau 20,5% dari total kredit. Dari jumlah tersebut, pembiayaan hijau mencapai Rp 75,4 triliun.
BNI juga menyalurkan Sustainability-Linked Loan (SLL) sebesar US$ 279 juta atau Rp 4,9 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah 17.560) kepada enam debitur dari sektor manufaktur semen, kemasan, hingga petrokimia.
Pembagian Dividen
Penerimaan negara turut menjadi kontribusi BNI dalam hal pembayaran dividen dan pajak. Menurut Paolo, hal tersebut kemudian menjadi bagian dari sumber pendanaan pemerintah untuk mendukung pembangunan dan program kemasyarakatan.
"Selain melalui aktivitas intermediasi dan pembiayaan, BNI turut memberikan kontribusi langsung terhadap penerimaan anggaran melalui pembayaran dividen dan pajak. Kontribusi tersebut selanjutnya menjadi bagian dari sumber pendanaan pemerintah untuk mendukung pembangunan fasilitas dan berbagai program kesejahteraan masyarakat," kata dia.
Ia juga menegaskan pertumbuhan perseroan ke depan akan tetap diarahkan untuk menciptakan nilai yang lebih luas bagi masyarakat dan perekonomian Indonesia.