Liputan6.com, Jakarta - Menjalani hubungan jarak jauh dengan anak yang menempuh pendidikan di Amerika Serikat bukan hal mudah bagi Diah Permatasari. Ia harus memutar otak agar tetap bisa memastikan keamanan dan keberadaan putranya.
Diah mengaku lebih mengandalkan aplikasi Snapchat dibandingkan WhatsApp untuk berkomunikasi. Hal ini dilakukan karena aplikasi tersebut memiliki fitur lokasi yang sangat akurat untuk memantau anak.
Advertisement
"Saya itu kalau ngecek dia tuh menggunakan Snapchat. Kenapa Snapchat? Karena Snapchat tuh bisa saya lihat dia di mana, dia ada di mana, dia di rumah, dia di sekolah, dia apa, tuh ketahuan," ujar Diah Permatasari saat ditemui di kawasan SCBD, Senin (7/9/2026).
Alasan Pilih Pantau Anak Lewat Snapchat
Menurut Diah, memantau lewat Snapchat jauh lebih efektif daripada menunggu balasan pesan teks. Melalui fitur peta di aplikasi tersebut, ia bisa tahu apakah putranya sedang berbelanja atau berada di tempat lain.
Ia bahkan bisa memantau dengan siapa putranya pergi melalui media sosial tersebut. Hal ini dirasa sangat membantu untuk meredam rasa khawatirnya sebagai orang tua.
"Dia lagi shopping ketahuan, dia lagi ke apa ya, ke hutan-hutan pun juga ketahuan gitu. Dan di situ saya bisa melihat dia, 'Oh ini anak ke sini, anak ke sini, anak ke sini.' Dan dia berteman dengan siapa-siapa juga dia pergi sama situ tuh ketahuan di situ," ungkapnya.
Kebiasaan Anak Saat Balas Pesan Singkat
Diah bercanda bahwa pesan WhatsApp-nya sering kali tidak langsung dibalas oleh sang anak. Kadang butuh waktu berhari-hari sampai putranya memberikan respons jika tidak dalam keadaan darurat.
Kondisi tersebut membuat Diah lebih memilih cara pantauan yang lebih instan. Snapchat menjadi solusi paling ampuh baginya untuk tetap terhubung secara visual.
"Kalau menggunakan WA nggak pernah dibalas. Iya, ee bisa 3 hari kemudian gitu. Kalau nggak, saya saya ngomongnya, 'Urgent!' gitu. Dia langsung, 'Mama, ada apa, Ma?' kayak gitu. Aku sibuk," ujarnya.