Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) menegaskan pentingnya perombakan model pertumbuhan ekonomi nasional. Indonesia dinilai harus segera meninggalkan ketergantungan pada tenaga kerja murah dan eksploitasi sumber daya alam agar terlepas dari jebakan negara berpendapatan menengah (middle income trap).
Pesan tersebut disampaikan oleh Menteri PPN/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, dalam konferensi bersama Asian Development Bank Institute di Jakarta, Rabu (9/9/2026). Ia menekankan bahwa fondasi pertumbuhan ekonomi sudah saatnya digeser menuju peningkatan produktivitas, inovasi, serta penguatan kapasitas institusi.
Advertisement
Rachmat menilai bahwa penguatan kualitas sumber daya manusia (SDM) menjadi pilar utama untuk menyokong transformasi besar tersebut.
"Untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, pemerintah perlu meningkatkan kualitas pendidikan, memperbaiki sistem kesehatan, dan memperkuat perlindungan sosial," ujarnya dikutip dari Antara.
Ia memaparkan bahwa penyusunan visi pembangunan jangka panjang tidak sekadar meramal masa depan, melainkan merancang arah yang ingin diwujudkan suatu bangsa. Dengan demikian, sistem perencanaan pembangunan nasional harus diperkuat agar pemerintah tak cuma lihai merespons isu jangka pendek, tetapi juga sigap mengantisipasi dinamika risiko dan peluang di masa depan.
Tantangan Pembangunan
Terlebih, dinamika tantangan pembangunan kini kian rumit, mulai dari ancaman perubahan iklim, bencana akibat kelalaian manusia, hingga potensi bencana alam yang tak terelakkan.
Guna menjawab tantangan tersebut, Rachmat meluncurkan Bappenas Institute sebagai wadah strategis yang menghubungkan basis pengetahuan dengan proses pengambilan kebijakan dan eksekusi pembangunan, sekaligus memperkuat kapasitas internal lembaga Bappenas.
Inisiatif Bappenas Institute ini mengusung tiga peran sentral:
- Strategic policy intelligence: Mengakselerasi pemetaan perubahan sejak dini serta memformulasikan opsi kebijakan berbasis data empiris.
- Planning academy: Memperkokoh kompetensi perencanaan pembangunan di ranah pusat hingga daerah.
- Kolaborasi pengetahuan dan kebijakan: Membangun jejaring sinergi pengetahuan lintas sektor yang melibatkan elemen pemerintah, akademisi, lembaga riset, komunitas lokal, pelaku usaha, hingga mitra pembangunan.
Rachmat menyimpulkan bahwa pembenahan mutlak pada SDM dan kelembagaan merupakan kunci utama untuk memacu produktivitas nasional sekaligus merealisasikan target jangka panjang menuju Indonesia Emas 2045.