Ini Deretan Armada yang Dikerahkan untuk Pencarian Rombongan Jurnalis

Rombongan jurnalis dilaporkan hilang kontak di perairan Selat Sunda, untuk meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau.

oleh Rifqy Alief AbiyyaDiterbitkan 09 September 2026, 10:13 WIB
Sebanyak delapan orang dalam satu rombongan speedboat dilaporkan hilang kontak saat melakukan perjalanan menuju perairan Selat Sunda untuk meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Liputan6.com, Jakarta - Sebanyak delapan orang dalam satu rombongan speedboat dilaporkan hilang kontak saat melakukan perjalanan menuju perairan Selat Sunda untuk meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau. Hingga Rabu (9/9/2026) pagi, keberadaan mereka masih belum diketahui.

Tim SAR gabungan mengerahkan sejumlah armada untuk mencari keberadaan rombongan tersebut. Berdasarkan data per Selasa (8/9/2026), armada yang terlibat dalam operasi berasal dari sejumlah instansi, termasuk TNI Angkatan Laut (TNI AL).

Armada yang dikerahkan antara lain KN SAR Tetuka milik Basarnas Banten, KRI Leuser Lanal Banten, KRI Lepu milik Lanal Banten, serta KAL Anyer milik Lanal Banten.

Selain itu, turut dikerahkan RBB Peucang Lanal Banten, RIB 02 Banten Basarnas Banten, RIB 02 Lampung Basarnas Lampung, RIB 03 Lampung Basarnas Lampung, serta KP Sanjaya milik Polairud Mabes Polri.

Berdasarkan laporan Kantor SAR Banten, speedboat yang membawa rombongan bertolak dari Dermaga Pagedongan, Carita, pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 14.00 WIB. Kapal tersebut membawa sejumlah jurnalis yang hendak melakukan peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau.

 

Sempat Kirim Lokasi Terkini

Berdasarkan data per Selasa (8/9/2026), armada yang terlibat dalam operasi pencarian jurnalis yang hilang kontak di Selat Sunda berasal dari sejumlah instansi, termasuk TNI Angkatan Laut (TNI AL). (Liputan6.com/Wisnoe Moerti)

Rombongan sempat mengirimkan share location kepada rekan jurnalis di Lampung pada pukul 14.42 WIB. Namun, sekitar 22 menit kemudian, tepatnya pukul 15.04 WIB, komunikasi dengan rombongan terputus.

Lokasi terakhir yang diketahui berada di titik koordinat 6°14'40.52"S 105°40'49.48"T.

Setelah menerima laporan, tim SAR gabungan langsung melakukan pencarian di perairan Selat Sunda. Hingga Selasa sore, tim telah menyisir area hingga Pulau Krakatau dan Pulau Panjang, tetapi belum menemukan keberadaan rombongan.

Kepala Kantor SAR Banten Al Amrad mengatakan pencarian hingga pukul 18.15 WIB masih nihil. Operasi kemudian dihentikan sementara dan akan dilanjutkan pada Rabu (9/9/2026) pagi dengan memperluas area pencarian.

"Untuk rencana besok tetap nanti kita memperluas area pencarian karena hari ini kita mempelajari rute dari Carita sampai dengan Anak Gunung Krakatau. Seperti itu," kata Al Amrad.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya