Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang menguat pada perdagangan saham Rabu, (9/9/2026). IHSG hari ini berpotensi ke 6.736-6.812. Lalu bagaimana strategi rekomendasi saham-nya?
IHSG menguat 1,01% ke 6.686, dan disertai oleh munculnya volume pembelian pada perdagangan saham Selasa, 8 September 2026.
Advertisement
Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, posisi IHSG sedang berada pada akhir wave v dari wave ©, cermati area penguatan yang berada di 6.736-6.812. “Namun demikian, waspadai akan ada potensi koreksi terdekat ke rentang 6.668-6.683,” kata Herditya dalam catatannya.
Ia menuturkan, IHSG akan berada di level support 6.610,6.561 dan level resistance 6.705,6.755.
Dalam riset PT Pilarmas Investindo Sekuritas menyebutkan, IHSG berpotensi menguat terbatas dengan level support dan level resistance 6.600-6.710.
Rekomendasi Saham
Untuk rekomendasi saham hari ini, PT Pilarmas Investindo Sekuritas memilih saham PT Eagle High Plantation Tbk (BWPT), PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR), dan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET).
Sementara itu, Herditya memilih saham PT Essa Industries Indonesia Tbk (ESSA), PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS), PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA), dan PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI).
Rekomendasi Teknikal
1.PT Essa Industries Indonesia Tbk (ESSA) - Buy on Weakness
Saham ESSA menguat 0,73% ke 690 dan disertai dengan munculnya volume pembelian, pergerakannya pun masih mampu berada di atas MA200. K”ami memperkirakan, posisi ESSA saat ini berada pada bagian dari wave (iv) dari wave [i] dari wave C,” ujar Herditya.
Buy on Weakness: 655-680
Target Price: 720, 760
Stoploss: below 650
2.PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) - Buy on Weakness
Saham PGAS menguat 1,32% ke 1.540 dan didominasi oleh volume pembelian, penguatan PGAS pun masih mampu bertahan di atas MA20. “Kami memperkirakan, posisi PGAS saat ini berada di awal wave [c] dari wave Y,” tutur dia.
Buy on Weakness: 1.520-1.535
Target Price: 1.585, 1.615
Stoploss: below 1.510
Rekomendasi Teknikal Lainnya
3.PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) - Trading Buy
Saham SSIA menguat 0,28% ke 1.800 dan disertai dengan munculnya volume pembelian, pergerakannya pun masih mampu berada di atas MA20. Herditya menuturkan, pihaknya memperkirakan, posisi SSIA sedang berada di akhir wave [a] dari wave 4.
Trading Buy: 1.760-1.785
Target Price: 1.845, 1.870
Stoploss: below 1.740
4.PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) - Trading Buy
Saham WIFI ditutup flat ke 2.100 dan disertai dengan munculnya tekanan jual. “Kami memperkirakan, posisi WIFI sedang berada pada bagian awal dari wave 5 dari wave (A),”kata dia.
Trading Buy: 2.010-2.100
Target Price: 2.300, 2.380
Stoploss: below 1.945
Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual saham. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.
Penutupan IHSG pada 8 September 2026
Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melesat signifikan pada perdagangan saham Selasa, (8/9/2026). Kenaikan IHSG hari ini terjadi di tengah mayoritas sektor saham yang menghijau dan transaksi harian saham di bawah Rp 20 triliun.
Mengutip data RTI, IHSG hari ini ditutup menguat 1,01% ke 6.686,44. Indeks saham LQ45 bertambah 1,4% menjadi 665,58. Seluruh indeks saham acuan menghijau.
Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, penguatan IHSG hari ini terjadi di tengah terkoreksinya bursa regional Asia.
"Pergerakan IHSG pun masih sejalan dengan analisis yg kami sampaikan pada report teknikal pagi ini. Kami mencermati, pergerakan IHSG didorong oleh penguatan dari sektor basic material, di mana terjadi penguatan pada harga tembaga dunia yang menjadi katalis positif bagi emiten yang berkorelasi,” ujar Herditya saat dihubungi Liputan6.com.
Ia menambahkan, demikian pula dari emiten-emiten batu bara yang didukung oleh kenaikan harga komoditasnya.
Pada Selasa pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 6.696,28 dan level terendah 6.636,93. Sebanyak 363 saham menguat sehingga angkat IHSG. 244 saham melemah dan 185 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan saham 2.304.686 kali dengan volume perdagangan saham 37,5 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 15,8 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 17.628.
Mayoritas sektor saham menguat pada Selasa pekan ini. Sektor saham basic memimpin kenaikan di antara sektor saham lainnya. Sektor saham basic naik 2%.
Sektor saham consumer nonsiklikal menanjak 1,39% dan sektor saham industri melompat 1,22%. Lalu sektor saham energi menanjak 1,17%, sektor saham keuangan melompat 0,79%, sektor saham properti menanjak 0,20%, sektor saham infrastruktur menguat 0,83% dan sektor saham transportasi melompat 0,73%.