Dua Drone Termal Dikerahkan Cari Rombongan Jurnalis di Selat Sunda

Pencarian rombongan jurnalis yang hilang kontak di perairan Selat Sunda dekat Gunung Anak Krakatau dilanjutkan hari ini.

oleh Putu Merta Surya PutraDiterbitkan 09 September 2026, 06:21 WIB
SAR Banten melakukan pencarian rombongan jurnalis yang hilang kontak setelah berangkat dari Dermaga Pegedongan, Carita, Pandeglang, menuju kawasan Gunung Anak Krakatau. (Foto: Tangakapan layar di Instagram SAR Banten).

Liputan6.com, Jakarta - Koordinator Operasi SAR Rizky Dwianto mengatakan, Kantor SAR Banten menyiapkan dua drone termal untuk membantu pencarian rombongan jurnalis yang hilang kontak setelah berangkat dari Dermaga Pegedongan, Carita, Pandeglang, menuju kawasan Gunung Anak Krakatau.

Dia menegaskan, pencarian akan dilakukan lagi hari ini, Rabu (9/9/2026), dengan mengerahkan sejumlah armada dan personel gabungan.

"Kita siap melaksanakan pencarian kembali pada pukul 07.00 WIB,” kata Rizky seperti dilansir dari Antara.

Dia menjelaskan, dua drone termal yang berada di KN SAR Tetuka dikerahkan, karena pencarian melalui udara menggunakan helikopter atau pesawat belum memungkinkan akibat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

"Paling nanti kita di kapal KN SAR Tetuka sudah kita lengkapi drone. Nanti di Gunung Anak Krakatau mungkin kita akan terbangkan dan kita lakukan pencarian dari udara tapi menggunakan drone thermal," ungkap dia.

Rizky menuturkan, pencarian sebelumnya dilakukan menggunakan KN SAR Tetuka hingga sekitar pukul 22.00 WIB sebelum kapal bersandar di Pelabuhan Ciwandan, Cilegon. Upaya tersebut dihentikan karena kondisi laut dan jarak pandang tidak mendukung pada malam hari.

"Sea condition cukup kurang bersahabat, kemudian visibility juga terbatas. Jadi kita docking untuk efektivitas dan keselamatan," kata dia.

 

 

 

 

Kronologi Rombongan Jurnalis Hilang Kontak di Selat Sunda

Sebelumnya, tujuh orang yang berada dalam satu rombongan kapal speedboat hilang kontak saat melakukan perjalanan untuk meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda. Hingga Selasa (8/9/2026) malam, keberadaan mereka belum diketahui.

Berdasarkan laporan Kantor SAR Banten, speedboat yang membawa rombongan bertolak dari Dermaga Pagedongan, Carita, pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 14.00 WIB. Kapal tersebut membawa sejumlah jurnalis yang hendak melakukan peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Rombongan sempat mengirimkan share location kepada rekan jurnalis di Lampung pada pukul 14.42 WIB. Namun, sekitar 22 menit kemudian, tepatnya pukul 15.04 WIB, komunikasi dengan rombongan terputus.

Lokasi terakhir yang diketahui berada di titik koordinat 6°14'40.52"S 105°40'49.48"T.

Sejak menerima laporan tersebut, tim SAR gabungan melakukan pencarian di perairan Selat Sunda. Hingga Selasa sore, tim telah menyisir area hingga Pulau Krakatau dan Pulau Panjang, tetapi belum menemukan keberadaan rombongan.

Kepala Kantor SAR Banten Al Amrad mengatakan pencarian hingga pukul 18.15 WIB masih nihil. Operasi kemudian dihentikan sementara dan akan dilanjutkan pada Rabu (9/9/2026) pagi dengan memperluas area pencarian.

"Untuk rencana besok tetap nanti kita memperluas area pencarian karena hari ini kita mempelajari rute dari Carita sampai dengan Anak Gunung Krakatau. Seperti itu," kata Al Amrad.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya