Liputan6.com, Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengerahkan sejumlah metode modifikasi cuaca untuk menangani sebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau.
Upaya tersebut dilakukan di sejumlah wilayah terdampak, mulai dari Banten, Jawa Barat, DKI Jakarta hingga Lampung.
Advertisement
Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan operasi modifikasi cuaca (OMC) dilakukan untuk membantu mengurangi polutan abu vulkanik di udara.
"BNPB sudah melakukan respons terhadap keadaan abu yang ada di sekitar Banten, Jawa Barat, DKI maupun Lampung," ujar Berton dalam konferensi pers secara daring bersama TNI, Selasa (8/9/2026).
Pada Senin (7/9/2026), BNPB melakukan OMC menggunakan metode cloud seeding. Teknik tersebut dilakukan dengan menyemai bahan tertentu ke awan yang berpotensi menghasilkan hujan di wilayah sasaran.
"Kemarin BNPB sudah melakukan operasi modifikasi cuaca melalui metode cloud seeding, di mana, dilakukan penyemprotan air yang bercampur dengan Kalsium Klorida (CaCl2) yang ditujukan pada awan yang berpotensi terjadi hujan di wilayah perbatasan Jawa Barat dan Jawa Tengah," kata Berton.
Dalam operasi tersebut, BNPB mengerahkan pesawat untuk menyebarkan 650 liter air yang dicampur dengan 350 kilogram kalsium klorida (CaCl2).
"Dan tentu ini dibantu oleh sebuah pesawat untuk menyebarkan atau menyamaikan 650 liter air bersama 350 kilogram CaCl2," sambung dia.
Gunakan Water Mist dari Pondok Cabe
Operasi kembali dilakukan pada Selasa (8/9/2026) setelah Bandara Pondok Cabe kembali dibuka. BNPB kali ini menggunakan metode water mist dengan campuran surfaktan.
"Pada hari ini juga, BNPB sudah melakukan operasi modifikasi cuaca melalui metode water mist, yaitu penyemprotan air yang dicampur dengan Surfaktan yang bertujuan agar layer polutan tersebut terperangkap dengan air yang disemprotkan," kata Berton.
Sebelumnya, pesawat pengangkut bahan semai harus diberangkatkan dari Semarang karena Bandara Pondok Cabe ditutup akibat kondisi yang terjadi pada hari sebelumnya.
"Dan hari ini dari Pondok Cabe sudah digunakan. Kemarin pondok cabe tidak bisa digunakan karena memang keadaan ditutup," sambung dia.
Untuk operasi water mist, BNPB menggunakan 2.000 liter air yang dicampur dengan surfaktan.
"Jadi kemarin itu dari Semarang pesawatnya dan hari ini kita sudah mulai melakukan modifikasi cuaca dari Pondok Cabe dengan semayan bahan yang disampaikan itu adalah 2.000 liter air ditambah dengan Surfaktan," ucap dia.
Semai 1 Ton Garam
Selain water mist, BNPB juga melakukan penyemaian natrium klorida (NaCl) atau garam dapur dari Pondok Cabe.
Penyemaian dilakukan dalam satu sorti penerbangan dengan membawa 1.000 kilogram garam. Langkah ini ditujukan untuk memicu hujan di sejumlah wilayah yang menjadi sasaran penyemaian.
"Penyemaian garam juga dilakukan pada hari ini dari Pondok Cabe dengan satu sorti untuk mengharapkan terjadinya hujan di beberapa lokasi di wilayah penyemaian. Garam yang disampaikan itu sebanyak 1.000 kilogram," tutup Berton.