Update Korban Gempa NTT: 135 Orang Meninggal, 98.986 Rumah Rusak

BNPB mencatat 135 orang meninggal akibat gempa NTT, terdiri dari korban langsung dan tidak langsung.

oleh Devira PrastiwiDiterbitkan 08 September 2026, 17:13 WIB
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan dalam konferensi pers penanganan gempa NTT, Selasa (8/9/2026). (Liputan6.com/Devira Prastiwi)

Liputan6.com, Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyampaikan perkembangan terkini terkait penanganan dampak gempa bumi yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT). Hingga Selasa (8/9/2026), tercatat puluhan warga meninggal dunia, baik akibat dampak langsung maupun tidak langsung.

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengungkapkan, proses pendataan hingga kini masih terus berjalan.

"Data per hari ini, jumlah yang meninggal akibat gempa bumi tersebut sebanyak 48 orang. Ini adalah warga yang terdampak langsung oleh gempa bumi," ujar Berton dalam konferensi pers secara daring, Selasa (8/9/2026).

Selain korban langsung, menurut dia, terdapat angka kematian korban gempa tidak langsung.

"Namun demikian, ada 87 orang yang meninggal akibat dampak tidak langsung dari gempa bumi," ucap Berton.

Total korban meninggal dunia akibat gempa bumi, baik yang terdampak langsung maupun tidak langsung, mencapai 135 orang.

Selain itu, Berton memaparkan, terkait bantuan logistik, BNPB memastikan bantuan terus mengalir ke wilayah terdampak melalui dua pintu utama, yakni Labuan Bajo dan Maumere.

"Hingga hari ini, kami sudah menyampaikan 2.165 ton bantuan ke NTT. Bantuan tersebut disampaikan melalui Labuan Bajo dan juga Maumere. Dan ini untuk Labuan Bajo kami sudah menyampaikan 1.379 ton dan untuk Maumere 652 ton," papar dia.

Data Kerusakan

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan dalam konferensi pers penanganan gempa NTT, Selasa (8/9/2026). (Liputan6.com/Devira Prastiwi)

Berton juga memaparkan skala kerusakan infrastruktur yang dilaporkan kepada BNPB. Tercatat ada 98.986 rumah warga yang mengalami kerusakan dengan kategori berat, sedang, hingga ringan.

"Adapun rumah rusak saat ini kami memperoleh informasi sebesar 98.986 rumah rusak. Dan ini terbagi atas 3 kategori rusak berat, rusak sedang, maupun rusak ringan," ucap Berton.

Tidak hanya rumah, lanjut dia, fasilitas publik juga terdampak cukup signifikan. Data BNPB menunjukkan kerusakan terjadi pada 712 fasilitas pendidikan, 157 fasilitas kesehatan, serta 663 unit perkantoran.

Saat ini, menurut Berton, tim BNPB masih terus melakukan validasi lapangan untuk memastikan akurasi data rumah rusak yang dilaporkan. Dari total laporan yang masuk, kata dia, sebanyak 51.591 rumah telah selesai diverifikasi.

Berikut rincian hasil verifikasi sementara:

-Rusak Berat: 2.382 unit

-Rusak Sedang: 7.276 unit

-Rusak Ringan: 14.177 unit

 

Proses Verifikasi

Dari jumlah itu, Berton mencatat ada 27.756 rumah yang setelah diverifikasi ternyata tidak masuk dalam kriteria kerusakan.

"Artinya bahwa dilaporkan kepada kami sebelumnya rusak ringan atau rusak berat atau rusak sedang, dalam hal ini tidak masuk kriteria tersebut atau rumah tersebut baik-baik saja," kata dia.

Berton menegaskan, proses verifikasi akan terus berlanjut hingga diperoleh angka final yang akurat. Data ini, kata dia, nantinya akan menjadi dasar pemberian bantuan perbaikan rumah oleh pemerintah.

"Verifikasi ini masih tetap berlanjut hingga pada akhirnya nanti kami akan memperoleh angka yang pasti setelah dari pemimpin daerah memberikan keputusan by name, by address kepada BNPB untuk kami lakukan tindakan yang semestinya," tutup Berton.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya