Liputan6.com, Jakarta - BYD semakin agresif memperluas bisnis globalnya. Setelah mencatat lonjakan penjualan di pasar luar China, terutama di Brasil dan Eropa, jenama Tiongkok ini bahkan berani mengincar penjualan hingga 2 juta unit pada tahun ini.
Disitat dari Asia Nikkei, target penjualan tersebut, menjadi bagian dari strategi BYD untuk mengurangi ketergantungan di pasar domestik yang kini diwarnai persaingan harga semakin ketat.
Advertisement
Ekspansi ke berbagai negara juga dinilai menjadi penopang pertumbuhan perusahaan di tengah melambatnya permintaan di dalam negeri.
Brasil menjadi salah satu pasar paling menjanjikan bagi BYD. Perusahaan bahkan menaikkan target penjualan di negara tersebut menjadi 250.000 unit pada 2026, didorong tingginya minat konsumen terhadap model-model seperti Dolphin Mini, yang sukses menarik pembeli di segmen kendaraan listrik terjangkau.
Sementara itu di Eropa, BYD terus memperkuat posisinya meski menghadapi tarif tambahan untuk mobil listrik asal Tiongkok.
Pabrikan tersebut menyiapkan pabrik di Hungaria yang dijadwalkan mulai beroperasi pada 2026, dengan kapasitas produksi lebih dari 100.000 kendaraan per tahun.
Langkah itu diharapkan dapat mempercepat distribusi sekaligus meningkatkan kandungan lokal produknya di kawasan tersebut.
Tak hanya mengandalkan ekspor, BYD juga memperluas jaringan penjualan dan menghadirkan model baru yang disesuaikan dengan kebutuhan setiap pasar.
Penjualan BYD di Pasar Luar Negeri
Di Inggris misalnya, penjualan perusahaan melonjak pesat sehingga berhasil melampaui Tesla pada periode tertentu, sementara di berbagai negara Eropa lainnya BYD terus menambah dealer untuk memperkuat layanan purnajual.
Di balik ambisi tersebut, BYD tetap harus menghadapi tantangan berupa regulasi perdagangan, tarif impor, hingga persaingan dengan produsen otomotif lokal.
Meski begitu, perusahaan meyakini kombinasi inovasi teknologi, ekspansi produksi lokal, serta pertumbuhan permintaan kendaraan listrik di berbagai negara akan menjadi kunci untuk mencapai target penjualan 2 juta unit di pasar internasional pada 2026.