5 Bandara Ini Kembali Dibuka Setelah Erupsi Anak Krakatau Mereda

AirNav Indonesia terus memantau lima bandara yang kembali dibuka mengingat abu vulkanik Gunung Anak Krakatau masih ada di wilayah penerbangan.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 08 September 2026, 15:45 WIB
Operasional Bandara Radin Inten II Lampung tidak terganggu erupsi Gunung Anak Krakatau. (Dok Bandara Radin Inten II)

Liputan6.com, Jakarta - Operasional penerbangan di lima bandara telah dibuka seiring Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (LPPNI) atau AirNav Indonesia kembali menerbitkan Notam. Lima bandara itu sebelumnya terdampak sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau sejak Minggu, 6 September 2026.

EVP of Corporate Secretary AirNav Indonesia Hermana Soegijantoro menuturkan, bandara itu meski telah beroperasi, lima bandara tetap berada dalam pemantauan. Hal ini mengingat awan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau masih terdeteksi di wilayah penerbangan.

Ia menuturkan, dari ke lima bandara yang mengusul dibuka pada hari ini yakni Bandara Radin Inten II, Bandar Udara Muhammad Taufiq Kiemas, Bandar Udara Budiarto, Bandar Udara Pondok Cabe dan Bandar Udara Salakanagara Tanjung Lesung.

"Meski telah kembali beroperasi, kelima bandar udara tersebut tetap berada dalam pemantauan karena awan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau masih terdeteksi di wilayah penerbangan," tutur dia dikutip dari Antara, Selasa, (8/9/2026).

Ia menuturkan, berdasarkan NOTAM B1159/26, Bandar Udara Radin Inten II (WILL) bersetatus AERODROME OPEN AND RESUMED OPERATIONS, berlaku mulai pukul 09.45 WIB hingga 23.59 WIB.

Lalu, Bandar Udara Muhammad Taufiq Kiemas (WILP) — NOTAM C1136/26, berlaku mulai pukul 09.31 WIB hingga 23.59 WIB, dengan status “AERODROME OPEN AND RESUMED OPERATIONS”.

Bandar Udara Budiarto (WIRR) — NOTAM C1131/26, berlaku mulai pukul 03.01 WIB hingga 23.59 WIB, dengan status “AERODROME OPEN AND RESUMED OPERATIONS”.

"Bandar Udara Pondok Cabe (WIHP) — NOTAM C1133/26, berlaku mulai pukul 03.04 WIB hingga 23.59 WIB, dengan status “AERODROME OPEN AND RESUMED OPERATIONS”.

Bandar Udara Salakanagara Tanjung Lesung (WIHI) — NOTAM C1138/26, berlaku mulai pukul 09.50 WIB hingga 23.59 WIB, dengan status “AERODROME OPEN AND RESUMED OPERATIONS,” ujar dia.

 

AirNav Terus Memantau

Bandara Radin Inten II Lampung

Seiring hal ini, penerbitan NOTAM tersebut mengacu pada perubahan kondisi sebaran abu yang berdampak terhadap operasional penerbangan, sehingga berdasarkan evaluasi keselamatan dan informasi aeronautika terbaru, sejumlah bandar udara dapat kembali beroperasi.

"Selain itu, perkembangan kondisi di lapangan juga menjadi bagian dari pemantauan, antara lain dengan memerhatikan hasil paper test volcanic ash yang dilakukan secara berkala di lokasi bandara-bandara terdampak, yang menunjukkan hasil negatif," ujar dia.

AirNav Indonesia juga terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan aktivitas vulkanik dan sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau serta berkoordinasi dengan pemangku kepentingan terkait.

"Pemantauan dan pembaruan informasi aeronautika dilakukan secara berkelanjutan untuk memastikan operasional penerbangan tetap berlangsung dengan mengutamakan aspek keselamatan," kata dia.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya