Liputan6.com, Jakarta - PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL) mencatat pertumbuhan pendapatan pada semester I 2026 meski tidak diikuti kenaikan laba bersih perseroan. Dalam pemaparan kinerja, HEAL mencatat pendapatan Rp 3,61 triliun, tumbuh 6,5% dibandingkan periode sama pada 2025.
Sedangkan, jika dilihat dari bisnis rumah sakit, pendapatan HEAL tumbuh lebih tinggi, yakni sebesar 8% secara tahunan. Direktur Medikaloka Hermina, Yustinus Immanuel Herawan mengatakan, pertumbuhan pendapatan terutama didorong peningkatan volume pasien dan intensitas layanan rawat inap.
Advertisement
"Pendapatan tumbuh terutama didorong oleh peningkatan volume secara umum dan intensitas rawat inap," ujar Yustinus dalam Public Expose Online 2026, Selasa (8/9/2026).
Pertumbuhan tersebut juga ditopang oleh penambahan kapasitas. Pada kuartal I 2026, HEAL menambah 353 tempat tidur. Secara keseluruhan, jumlah tempat tidur perseroan meningkat 732 unit dibandingkan semester I 2025.
Dari sisi profitabilitas, laba kotor HEAL meningkat menjadi Rp 1,24 triliun dengan margin sekitar 34,2%. Perseroan juga mencatat peningkatan margin farmasi dari 27% menjadi 31%.
Namun, laba bersih justru turun menjadi sekitar Rp 193 miliar atau 13,8% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Manajemen menjelaskan penurunan tersebut terutama dipengaruhi meningkatnya beban penyusutan akibat penambahan tempat tidur, rumah sakit baru, serta peralatan medis.
Selain itu, ekspansi juga membuat HEAL harus menanggung biaya operasional tambahan, mulai dari biaya karyawan, pemeliharaan hingga utilitas, sehingga menekan profit dalam jangka pendek.
Prospek Pertumbuhan 2026
Meski demikian, HEAL masih melihat prospek pertumbuhan yang positif hingga akhir tahun.
Sejauh ini, jumlah pasien rawat jalan pada semester I 2026 tumbuh 9% secara tahunan, sedangkan pasien rawat inap meningkat 6%.
Pendapatan rawat inap juga meningkat sekitar 12%. Bahkan, pendapatan per hari rawat inap pasien non-BPJS pada kuartal II 2026 tumbuh 25% secara tahunan. Kondisi tersebut dinilai menunjukkan peningkatan intensitas layanan yang diberikan kepada pasien.
Ke depan, HEAL tidak hanya mengejar pertumbuhan jumlah pasien, tetapi juga meningkatkan nilai layanan melalui pengembangan Center of Excellence, penambahan dokter subspesialis, serta layanan medis dengan tingkat kompleksitas lebih tinggi.