Liputan6.com, Jakarta - PT Lautan Luas Tbk (LTLS) berencana memasang fasilitas solar panel di sejumlah lokasi anak usahanya guna mendukung transisi energi bersih. Proyek ini diperkirakan menghasilkan 1.780.000 kWh energi bersih per tahun dan menekan emisi listrik hingga 1.454 ton CO2.
Head of Investor Relations, Corporate Communications, and ESG LTLS, Eurike Hadijaya, menyampaikan bahwa proyek ini merupakan komitmen perseroan usai penandatanganan Head of Agreement (HOA) pemasaran solar panel. Fasilitas ini difokuskan pada unit operasional strategis di Jabodetabek dan Jawa Timur.
Advertisement
"Lautan Luas secara grup merencanakan pemasangan di 7–8 lokasi anak usaha. Solar panel ini rencananya dipasang di Jabodetabek dan Jawa Timur, termasuk kantor pusat serta fasilitas manufaktur," ujar Eurike dalam Public Expose Live 2026, Selasa (8/9/2026).
Eurike mengimbuhkan, langkah tersebut menjadi bentuk dukungan perseroan terhadap target penurunan emisi jangka panjang. "Inisiatif ini sekaligus mendukung target dalam sustainability roadmap Lautan Luas untuk menurunkan emisi," tuturnya.
Selain fokus pada proyek hijau, perseroan menyiapkan belanja modal (capex) sebesar Rp 500 miliar pada 2026. Direktur Keuangan LTLS, Elly Mariana Tansil, menjelaskan dana tersebut dialokasikan untuk ekspansi segmen manufaktur, khususnya pabrik food ingredient dan bahan kimia.
Realisasi Capex Semester I
Elly mengungkapkan, hingga kuartal II-2026 realisasi capex perseroan masih berada di bawah Rp 120 miliar. Namun, ia memperkirakan realisasi hingga akhir tahun dapat mencapai sekitar 70% dari target awal.
"Realisasi sampai dengan kuartal kedua di bawah Rp 120 miliar. Namun, kami mengestimasikan sampai akhir tahun akan mencapai 70% dari target awal Rp 500 miliar untuk mendukung pertumbuhan kami di masa mendatang," jelasnya.
Menyinggung proyeksi kinerja LTLS sepanjang 2026, khususnya dari sisi pendapatan dan laba bersih, Elly menyampaikan bahwa manajemen tetap berupaya mencapai target pertumbuhan awal tahun, yakni kenaikan pendapatan di atas 9% dengan marjin laba bersih terhadap pendapatan di atas 2%.
"Kami melihat kinerja sampai saat ini masih on track sesuai ekspektasi manajemen, meskipun kami memproyeksikan kinerja di semester kedua akan lebih moderat dibandingkan semester pertama," tambahnya.
Menurutnya, manajemen tetap mengamati perkembangan situasi hingga akhir tahun mengingat sejumlah faktor eksternal berpotensi memengaruhi kinerja perseroan. Meski begitu, ia menegaskan prioritas utama saat ini adalah menjaga kualitas pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan bagi para pemegang saham.
"Yang terpenting untuk manajemen saat ini adalah menjaga pertumbuhan yang sehat dan menghasilkan kinerja yang berkelanjutan bagi pemegang saham," tutur Elly.