Bandara Radin Inten II Lampung dan 4 Bandara Lain Kembali Beroperasi

AirNav Indonesia resmi membuka kembali operasional Bandara Radin Inten II dan empat bandara lainnya usai dipastikan aman dari abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

oleh Immanuel ChristianDiterbitkan 08 September 2026, 11:10 WIB
Bandara Radin Inten II, Lampung. Dok Kemenhub

Liputan6.com, Jakarta - Bandar Udara Radin Inten II, Lampung, kembali beroperasi pada Selasa (8/9/2026) setelah sebelumnya terdampak sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. AirNav Indonesia menetapkan pembukaan kembali bandara melalui NOTAM B1159/26 yang berlaku mulai pukul 09.45 WIB hingga 23.59 WIB.

AirNav Indonesia menyatakan Bandara Radin Inten II telah memenuhi evaluasi keselamatan penerbangan berdasarkan perkembangan terbaru sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. NOTAM tersebut mencantumkan status “AERODROME OPEN AND RESUMED OPERATIONS” yang berarti bandara resmi dibuka dan kembali melayani operasional penerbangan.

“Bandara Radin Inten II kembali beroperasi berdasarkan pembaruan NOTAM setelah evaluasi keselamatan dan informasi aeronautika terbaru menunjukkan kondisi yang memungkinkan operasional penerbangan,” kata EVP of Corporate Secretary AirNav Indonesia, Hermana Soegijantoro, dalam siaran pers, Selasa (8/9/2026).

 

4 Bandara Lainnya

Penerbangan berjadwal Wings Air dari Bandara Pondok Cabe, Kota Tangerang Selatan (Tangsel). (dok: Pramita)

Selain Radin Inten II, AirNav Indonesia juga membuka kembali empat bandara lain yang sebelumnya terdampak sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Keempat bandara tersebut adalah Bandara Muhammad Taufiq Kiemas, Bandara Budiarto, Bandara Pondok Cabe, dan Bandara Salakanagara Tanjung Lesung.

Bandara Muhammad Taufiq Kiemas kembali beroperasi berdasarkan NOTAM C1136/26 mulai pukul 09.31 WIB hingga 23.59 WIB. Sementara itu, Bandara Budiarto kembali beroperasi berdasarkan NOTAM C1131/26 mulai pukul 03.01 WIB hingga 23.59 WIB.

Selanjutnya, Bandara Pondok Cabe kembali beroperasi berdasarkan NOTAM C1133/26 mulai pukul 03.04 WIB hingga 23.59 WIB, serta Bandara Salakanagara Tanjung Lesung yang beroperasi kembali berdasarkan NOTAM C1138/26 mulai pukul 09.50 WIB hingga 23.59 WIB.

 

Evaluasi Berkala AirNav

Kendati demikian, AirNav Indonesia tetap memantau secara ketat kelima bandara tersebut mengingat awan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau masih terdeteksi di beberapa wilayah ruang udara penerbangan. AirNav Indonesia juga mengimbau para pilot agar meningkatkan kewaspadaan selama proses kedatangan (landing) maupun keberangkatan (take-off).

Evaluasi berkala terus dilakukan AirNav Indonesia berdasarkan perubahan kondisi sebaran abu vulkanik dan informasi aeronautika terkini. Hasil paper test volcanic ash yang dilakukan secara berkala di sejumlah lokasi bandara terdampak juga menunjukkan hasil negatif.

AirNav Indonesia memastikan akan terus berkoordinasi dengan pemangku kepentingan terkait guna memantau aktivitas vulkanik serta pergerakan abu Gunung Anak Krakatau. Pembaruan informasi aeronautika akan disampaikan secara berkelanjutan dengan tetap mengutamakan keselamatan penerbangan sebagai prioritas utama.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terbaru

    Berita Terkini Selengkapnya