Momen Putri Mahkota Victoria Kaget Disapa Warga Lombok Berbahasa Swedia

Sosok Mamiq Gedarip yang menyapa Putri Mahkota Victoria dengan bahasa Swedia mencuri perhatian.

oleh Septian DenyDiterbitkan 07 September 2026, 21:00 WIB
Sosok Mamiq Gedarip yang menyapa Putri Mahkota Victoria dengan bahasa Swedia mencuri perhatian.

Liputan6.com, Lombok - Terselip momen tak terduga saat kunjungan Putri Mahkota SwediaPutri Mahkota Victoria ke Desa Karang Bajo, Kecamatan Bayan, Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, Minggu (6/9/2026).

Saat menuju desa adat tersebut, seorang kakek merupakan warga sekitar tiba-tiba menyapa Putri Mahkota Putri Mahkota Victoria menggunakan bahasa Swedia. Sapaan itu pun menarik perhatian lantaran datang dari warga lokal Bayan, bukan menggunakan bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris.

Warga tersebut ternyata fasih berbahasa Swedia. Ia kemudian berbincang hangat dengan Putri Mahkota Victoria yang saat itu berjalan kaki menuju Desa Karang Bajo. Bahkan terlihat Putri Mahkota Victoria dan sang kakek tertawa ringan disela-sela perbincangannya.

Percakapan berlangsung dalam suasana hangat. Momen tersebut menjadi salah satu kejadian menarik dalam kunjungan Putri Mahkota Victoria ke Bayan, yang dikenal dengan kekayaan tradisi, budaya, serta kearifan lokal masyarakatnya dalam menjaga alam.

Pembekal Adat Karang Bajo, Nikrana, mengatakan warga yang berbincang dengan Putri Mahkota Victoria tersebut adalah Raden Gedarip, yang akrab dipanggil Mamiq Gedarip. Ia merupakan salah satu pranata adat sekaligus pemangku Gubuk Karangsalah Bayan.

Nikrana menjelaskan, Mamiq Gedarip pernah cukup lama tinggal di Swedia. Pengalaman tersebut membuatnya mampu berkomunikasi menggunakan bahasa Swedia dengan baik.

Menurut Nikrana, Mamiq Gedarip pernah mendampingi seorang peneliti asal Swedia yang melakukan penelitian di Bayan. Hubungan tersebut bahkan berlanjut hingga ke generasi berikutnya.

"Cucu dari orang Swedia itu (bahkan) menikah dengan cucunya Raden Gedarip," kata Nikrana.

Pertemuan singkat tersebut pun menjadi momen unik dalam kunjungan Putri Mahkota Victoria. Di tengah perjalanan menuju Desa Karang Bajo, ia justru mendapat sapaan dalam bahasa Swedia dari seorang warga yang memiliki pengalaman panjang dengan masyarakat Swedia.

Kehadiran Putri Mahkota Victoria di Bayan sendiri menjadi bagian dari kunjungannya di Lombok Utara sebagai Duta Kehormatan UNDP. Dalam kesempatan tersebut, ia berinteraksi langsung dengan masyarakat adat dan melihat bagaimana tradisi serta kearifan lokal terus dijaga.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya