Kabar Bakauheni Macet Imbas Anak Krakatau, ASDP Buka Suara

ASDP memastikan arus kendaraan di Pelabuhan Bakauheni tetap lancar.

oleh Ardi MuntheDiterbitkan 07 September 2026, 13:03 WIB
Pelabuhan Bakauheni. (Liputan6.com/ Ardi Munthe)

Liputan6.com, Jakarta - Rumor Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan, mengalami kemacetan dan penumpukan kendaraan akibat abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau sempat membuat heboh.

Informasi tersebut beredar pada Minggu (6/9/2026) malam dan memicu kekhawatiran pengguna jasa penyeberangan, terutama pengemudi kendaraan besar yang khawatir aktivitas penyeberangan Bakauheni-Merak terganggu.

Namun, benarkah Pelabuhan Bakauheni macet akibat dampak erupsi Gunung Anak Krakatau?

PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Bakauheni memastikan kabar tersebut tidak benar. Hingga Senin (7/9/2026), arus kendaraan di Pelabuhan Bakauheni masih berjalan lancar dan tidak terjadi penumpukan.

Humas ASDP Cabang Bakauheni Andi Kurniawan mengatakan seluruh kendaraan yang masuk maupun keluar kawasan Pelabuhan Bakauheni masih terlayani dengan normal.

“Untuk semua kendaraan lancar ya, Bapak/Ibu,” kata Andi, Senin (7/9/2026).

Andi meminta masyarakat tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum jelas sumbernya. Apalagi, isu tersebut muncul di tengah meningkatnya aktivitas Gunung Anak Krakatau yang memicu kekhawatiran masyarakat.

“Jangan mudah termakan isu yang tidak jelas sumbernya,” ujarnya.

Menurut Andi, sejak erupsi besar Gunung Anak Krakatau pada Sabtu (5/9/2026), layanan penyeberangan Bakauheni-Merak tetap berlangsung normal.

“Sejauh ini sejak erupsi besar Krakatau Sabtu sampai hari ini, Alhamdulillah semua berjalan normal,” jelasnya.

28 Kapal Tetap Beroperasi

Kondisi normal di Pelabuhan Bakauheni juga terlihat dari operasional kapal yang tetap berjalan. Pada Minggu (6/9/2026), ASDP menyiapkan dan mengoperasikan 28 kapal dari sisi Bakauheni.

Sementara itu, dari Pelabuhan Merak, sebanyak 32 kapal disiapkan untuk melayani pengguna jasa penyeberangan.

Direktur Utama ASDP Heru Widodo mengatakan keselamatan pengguna jasa dan pelayaran tetap menjadi prioritas utama di tengah aktivitas Gunung Anak Krakatau.

“Keselamatan pengguna jasa dan pelayaran merupakan prioritas utama kami,” ujar Heru.

ASDP juga memperkuat pemantauan kondisi cuaca dan lingkungan perairan serta terus berkoordinasi dengan regulator, BMKG, dan PVMBG untuk menentukan langkah operasional sesuai kondisi terbaru.

Volume Kendaraan Sempat Turun

Meski tidak terjadi kemacetan maupun penumpukan kendaraan, data ASDP menunjukkan jumlah kendaraan yang dilayani dari Pelabuhan Bakauheni sempat mengalami penurunan.

Pada Jumat (4/9/2026), ASDP Cabang Bakauheni melayani 7.371 kendaraan dan 1.361 penumpang. Sehari kemudian, Sabtu (5/9/2026), jumlah kendaraan tercatat sebanyak 6.736 unit dengan 1.365 penumpang.

Artinya, jumlah kendaraan yang dilayani pada Sabtu turun sekitar 8,6 persen dibandingkan hari sebelumnya.

Namun, penurunan volume kendaraan tersebut tidak menyebabkan gangguan terhadap operasional penyeberangan maupun memicu penumpukan seperti rumor yang beredar.

Di tengah potensi paparan abu vulkanik, ASDP tetap meningkatkan langkah antisipasi. Masker dibagikan kepada kru KMP Jatra III serta pengguna jasa yang naik dan turun kapal pada Minggu siang hingga Senin siang.

Petugas di kawasan Pelabuhan Bakauheni juga diimbau menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan.

Heru mengimbau masyarakat memantau informasi resmi sebelum melakukan perjalanan dan mengikuti arahan petugas selama berada di pelabuhan maupun di atas kapal.

“Di tengah dinamika kondisi yang ada, kami akan terus hadir memastikan layanan penyeberangan tetap berjalan aman dan memberikan rasa nyaman bagi seluruh pengguna jasa,” tandasnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya