Liputan6.com, Jakarta - Penyiar radio sekaligus konten kreator, Sahil Mulachela, membagikan keluhannya soal abu vulkanik yang menempel di kendaraannya lewat unggahan di akun Threads pribadinya. Curhatan ini muncul di tengah erupsi Gunung Anak Krakatau yang telah berlangsung sejak awal September 2026 dan berdampak hingga wilayah Jabodetabek.
Unggahan Sahil ini pun menarik perhatian warganet, khususnya masyarakat Jabodetabek lain yang turut merasakan dampak serupa akibat sebaran abu vulkanik yang melanda wilayah mereka belakangan ini.
Advertisement
Keluhan Sahil soal Sulitnya Bersihkan Abu Vulkanik
Dalam unggahannya, Sahil bercerita betapa sulitnya membersihkan abu vulkanik yang menempel di mobilnya. Ia mengaku harus mencuci mobilnya hingga tiga kali sebelum abu tersebut benar-benar hilang sepenuhnya.
Menurut penuturannya, jika hanya dicuci sekali, sisa abu masih terlihat jelas ketika diperiksa di bawah pencahayaan lampu, bahkan teksturnya terasa mengeras layaknya semen. Ia juga sempat mencoba membersihkannya dengan cara dipoles menggunakan tangan, namun debu tersebut tetap menempel kuat dan sulit hilang, membuat proses pembersihan terasa sangat melelahkan.
"Sumpah sesusah itu bersihin abu vulkanik dari mobil. Nyuci mobil sampe 3x baru bener-bener ilang abunya. Kalo cuma sekali, pas lo cuci dibawah lampu, dia masih keliatan banget dan semacam mengeras kaya semen. Kalo lo poles pake tangan, itu masih nempel banget debunya. Capek banget nyucinya," tulis Sahil pada caption postingannya di Threads.
Empati untuk Korban Bencana Lain
Di tengah keluhannya, Sahil turut menyampaikan rasa empatinya kepada masyarakat yang tinggal di kawasan terdampak bencana secara langsung. Ia membayangkan betapa lelahnya warga yang harus mengungsi akibat bencana, ditambah harus menghadapi proses membersihkan rumah mereka dari dampak serupa maupun lebih berat lagi. Sahil menutup unggahannya dengan doa dan harapan agar Indonesia segera pulih, serta masyarakat yang tengah tertimpa musibah dapat segera diringankan kesulitannya.
"Kebayang sama orang-orang yang di daerah bencana, udah mereka kena bencana, harus ngungsi + proses bersihin rumahnya bakal secapek apa," sambungnya.
Erupsi Anak Krakatau, Penyebab Sebaran Abu Vulkanik
Keluhan Sahil ini muncul di tengah rangkaian erupsi Gunung Anak Krakatau yang berlangsung menerus sejak Jumat malam, 4 September 2026, disertai suara gemuruh dan fenomena lava fountain. Gunung yang berada di kawasan Selat Sunda ini saat ini berstatus Level III atau Siaga, yang telah berlaku sejak 2 Juli 2026.