Penerbangan Amsterdam Dialihkan ke Kualanamu Imbas Erupsi Anak Krakatau

Sebanyak 51 penerbangan dari dan ke Bandara Kualanamu terdampak sebaran abu erupsi Anak Krakatau.

oleh Idris Rusadi PutraDiterbitkan 07 September 2026, 11:04 WIB
Jetstar Asia menjadikan Bandara Kualanamu di Deli Serdang, Sumut.

Liputan6.com, Jakarta - Sebanyak 51 jadwal penerbangan dari dan menuju Bandara Internasional Kualanamu, Deli Serdang, terpaksa disesuaikan. Penyesuaian ini terjadi imbas dari sebaran abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) di Selat Sunda, Lampung Selatan.

"Data sementara sebanyak 51 penerbangan dari dan menuju Kualanamu mengalami penyesuaian," jelas Manager of Corporate Affairs PT Angkasa Pura Aviasi Mohamad Hikmat Hidayat di Deli Serdang, Sumatera Utara, dikutip dari Antara, Senin (7/9/2026).

Langkah ini diambil lantaran operasional di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (CGK), Banten, serta Bandara Halim Perdanakusuma (HLP), Jakarta masih ditutup akibat terpapar paparan abu vulkanik tersebut.

"Kondisi tersebut berdampak bagi penerbangan di Bandara Internasional Kualanamu, khususnya penerbangan yang terhubung dengan CGK dan HLP," jelasnya.

Salah satu dampaknya terlihat pada rute internasional Amsterdam (AMS) tujuan Soekarno-Hatta (CGK) yang harus dialihkan pendaratannya (diverted) ke Bandara Kualanamu.

Angka Terdampak Masih Berpotensi Berubah

Ilustrasi Bandara Kualanamu

Meski demikian, angka penerbangan yang terdampak ini masih dinamis dan berpotensi berubah sesuai situasi di lapangan serta kebijakan tiap maskapai. PT Angkasa Pura Aviasi pun memastikan aktivitas layanan udara di Deli Serdang secara umum tidak terganggu.

"Operasional Bandara Internasional Kualanamu hingga saat ini tetap berjalan normal," tegas Hikmat.

Pihak pengelola bandara terus menjalin komunikasi intensif bersama AirNav Indonesia, maskapai, otoritas bandara, dan seluruh pemangku kepentingan. Koordinasi ini dilakukan untuk memantau situasi terkini sembari memastikan aspek keselamatan, keamanan, serta kenyamanan para penumpang tetap menjadi prioritas utama.

"Para calon penumpang secara berkala kita imbau agar memastikan kembali status dan jadwal penerbangannya lewat maskapai masing-masing sebelum menuju bandara," tutur Hikmat.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya