Imbas Erupsi Anak Krakatau: 1.558 Penerbangan Terdampak, 170.000 Penumpang Tertahan

Kementerian Perhubungan menyiapkan bandara alternatif selama delapan bandara tutup sementara karena erupsi Gunung Anak Krakatau.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 07 September 2026, 07:29 WIB
Penumpang berada di ruang keberangkatan di Terminal 3 Bandara Soetta, Tangerang (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengungkapkan, hingga kini 170.000 penumpang terdampak karena gangguan operasional penerbangan di delapan bandara imbas abu vulkanik Gunung Anak Krakatau (GAK). Hal ini termasuk pembatalan penerbangan yang berasal dari bandara lain.

Selain itu, sebanyak 1.558 penerbangan terdampak akibat penutupan delapan bandara imbas abu vulkanik GAK. Hal itu demi menjaga keselamatan operasional penerbangan.

Dudy menuturkan, dampak itu mencakup penerbangan keberangkatan dan kedatangan usai pemerintah memutuskan memperpanjang penutupan sementara delapan bandara hingga pukul 24.00 WIB.

"Hingga kini, dari delapan bandara terdampak, terhitung terdapat 1.558 flight yang tertunda dengan 170.000 penumpang tertahan," ujar Dudy dikutip dari Antara, Senin, (7/9/2026).

Berdasarkan hasil pemantauan terbaru, pergerakan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau mengalami perubahan arah angin menuju timur dengan kecepatan lima knot pada ketinggian 15 ribu kaki.

Kondisi itu membuat Kementerian Perhubungan bersama BMKG, AirNav, pengelola bandara, dan pemangku kepentingan terkait terus melakukan evaluasi berkala terhadap perkembangan sebaran abu vulkanik.

Adapun delapan bandara yang dimaksud adalah Bandara Soekarno-Hatta Tangerang, Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta, Bandara Radin Inten II Lampung.

Kemudian Bandara Husein Sastranegara Bandung, Bandara Budiarto Curug Tangerang, Bandara Pondok Cabe Tangerang Selatan, Bandara Taufik Kiemas di Pesisir Barat Lampung, serta Bandara Atung Bungsu di Pagar Alam Sumsel.

Ia menuturkan, hingga kini sebanyak 170.000 penumpang terdampak akibat gangguan operasional penerbangan di delapan bandara tersebut, termasuk pembatalan penerbangan yang berasal dari bandara lain.

 

Siapkan Bandara Alternatif

Bandara Internasional Kertajati di Majalengka, Jawa Barat. (Dok Kemenko Infra)

Pemerintah juga menyiapkan sejumlah bandara alternatif seperti Kertajati, Ahmad Yani Semarang, Juanda Surabaya, Yogyakarta International Airport, dan Solo apabila maskapai memilih mengalihkan operasional penerbangan.

Selain menyediakan alternatif lokasi pendaratan, InJourney bersama Angkasa Pura akan menyiapkan transportasi darat berupa bus dan kereta secara gratis bagi penumpang yang dialihkan melalui bandara alternatif tersebut.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya