Abu Anak Krakatau Mulai Guyur Sukabumi, Ini Wilayah Terdampak

Bupati Sukabumi Asep Japar meminta warga yang beraktivitas di luar rumah menggunakan alat pelindung diri

oleh Fira SyahrinDiterbitkan 07 September 2026, 07:17 WIB
Aktivitas vulkanik Anak Krakatau diabadikan seorang pilot sekaligus pehobi fotografi udara. (Liputan6.com/Istimewa).

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah Kabupaten Sukabumi mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan menyusul erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda. Sebaran abu vulkanik dilaporkan mulai mencapai sejumlah wilayah di Kabupaten Sukabumi akibat terbawa angin.

Bupati Sukabumi Asep Japar meminta warga yang beraktivitas di luar rumah menggunakan alat pelindung diri untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan.

"Saya mengimbau kepada seluruh warga masyarakat Kabupaten Sukabumi, dengan adanya kejadian meletusnya gunung ya, Anak Krakatau pertama, menggunakan masker. Yang kedua, menggunakan kacamata untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan," ujar Asep, Minggu (6/9/2026).

Sejauh ini, tiga wilayah yang terkonfirmasi mulai terdampak sebaran abu vulkanik adalah Kecamatan Cicurug, Cidahu, dan Cikembar.

Meski belum terlihat dampak yang parah, Pemkab Sukabumi tetap menyiapkan langkah antisipasi. Salah satunya dengan mengkaji kemungkinan pengaturan aktivitas belajar mengajar di sekolah.

"Lihat nantilah. Kita nanti akan dirapatkan dulu dari Dinas Kesehatan dan juga dari BPBD nanti akan di ini ya," kata dia.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sukabumi Eki Radiana Rizki menjelaskan, abu vulkanik mencapai wilayah Sukabumi karena terbawa embusan angin dari kawasan Gunung Anak Krakatau.

Ia meminta masyarakat tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, dan melakukan perlindungan mandiri untuk mengantisipasi dampak abu vulkanik.

"Sehubungan dengan meningkatnya aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda yang terbawa oleh arah angin hingga wilayah Kabupaten Sukabumi, diimbau kepada seluruh masyarakat agar tetap tenang, waspada, dan mengambil langkah-langkah perlindungan diri," ujar Eki.

 

Waspada Bahaya Kesehatan

Menurut Eki, paparan abu vulkanik dapat menimbulkan sejumlah gangguan kesehatan, antara lain infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), iritasi mata, dan gangguan kulit.

Karena itu, masyarakat diminta membatasi aktivitas di luar ruangan apabila tidak diperlukan. Warga juga diimbau menjaga kebersihan sumber air serta mencuci bahan makanan sebelum dikonsumsi.

"Jangan lupa gunakan masker dan lindungi mata. Kurangi aktivitas di luar ruangan apabila tidak diperlukan. Amankan sumber air bersih serta cuci bersih bahan makanan," ungkapnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya