Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mencatat puluhan ribu penumpang terdampak penutupan sementara Bandara Internasional Soekarno-Hatta imbas erupsi Gunung Anak Krakatau pada Minggu (6/9/2026). Secara keseluruhan, sebanyak 22.798 penumpang mengalami dampak mulai dari pembatalan hingga penjadwalan ulang penerbangan.
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub, Lukman F. Laisa, menerangkan bahwa hasil asesmen sebaran abu vulkanik mengharuskan penghentian sementara operasional bandara sejak pukul 01.30 WIB hingga 09.30 WIB.
Advertisement
"Total penumpang terdampak pada periode penutupan ini mencapai 22.798 penumpang," kata Lukman dalam keterangan resminya, Minggu (6/9/2026).
Sebagai informasi, hasil paper test terbaru dari Stasiun Meteorologi Kelas I Soekarno-Hatta (Gedung 725 AMOS) pada pukul 06.05–06.35 WIB masih menunjukkan indikasi positif sebaran abu vulkanik di area bandara.
"Sehingga penutupan bandara diperpanjang hingga Minggu (6/9) pukul 09.30 WIB sesuai NOTAM Nomor A3344/26 NotamR A3341/26," jelas Lukman.
33 Penerbangan Terdampak
Sebelumnya, Kemenhub mencatat 33 penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta terdampak sebaran abu vulkanik, dengan 16 penerbangan internasional di antaranya terpaksa dibatalkan. Kebijakan ini berdampak pada penerbangan rute internasional maupun domestik.
"Berdasarkan data pemantauan per 5 September 2026 pukul 22.00 WIB, terdapat 33 penerbangan di Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta yang terdampak," ujar Lukman.
Pada sektor internasional, rincian dampak meliputi 16 penerbangan dibatalkan, 7 penundaan (delay), dan 5 penjadwalan ulang (reschedule). Rute yang terdampak mencakup penerbangan dari dan menuju Singapura (SIN), Hong Kong (HKG), Sydney (SYD), Seoul/Incheon (ICN), Doha (DOH), Amsterdam (AMS), serta Kuala Lumpur (KUL).
Sementara pada sektor domestik, tercatat 4 penerbangan dibatalkan dan 1 penerbangan dialihkan (divert). Rute yang terdampak meliputi penerbangan dari dan ke Lampung (TKG), Denpasar (DPS), serta Surabaya (SUB).
"Aspek keselamatan tetap menjadi prioritas utama dalam setiap keputusan operasional, salah satunya adalah penyesuaian jadwal penerbangan yang dilakukan oleh maskapai," tegas Lukman.
InJourney Airports Penanganan Penumpang Terdampak
Menanggapi situasi ini, Corporate Secretary Group Head InJourney Airports, Arie Ahsanurrohim, menyampaikan bahwa pihaknya telah mengaktifkan prosedur penanganan melalui Service Recovery Activation (SRA) di Bandara Soekarno-Hatta.
Fasilitas SRA meliputi penyediaan makanan dan minuman ringan, penyiapan area khusus di terminal, hingga koordinasi dengan maskapai untuk menyediakan bus pengantar menuju hotel bagi penumpang terdampak.
"Di bandara-bandara lainnya, prosedur SRA juga dijalankan bagi penumpang yang terdampak efek berantai dari status Aerodrome Closed di Bandara Soekarno-Hatta dan Bandara Radin Inten II Lampung," pungkas Arie.